Alex Rins Akui Kehebatan Ducati

Rins mengakui kehebatan Ducati, tetapi yakin Yamaha memiliki potensi untuk bersaing secara serius.

Rins mengakui kehebatan Ducati, tetapi yakin Yamaha memiliki potensi untuk bersaing secara serius.

Alex Rins dari Spanyol dan LCR Honda Castrol berbicara selama konferensi pers pra-acara MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo pada 23 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images

Oleh Enjang Pramudita

Alex Rins memberikan pandangannya mengenai dominasi Ducati di MotoGP 2023, yang disebut sebagai "Kejuaraan Ducati." Pabrikan Italia tersebut tampil sangat superior sepanjang musim balap, dan Rins berpendapat bahwa sebutan tersebut muncul dengan alasan yang wajar mengingat performa unggul yang ditunjukkan oleh Ducati.

Ducati berhasil mencatat sejumlah kemenangan dan prestasi cemerlang, menciptakan kesan dominasi yang sulit diungguli oleh pesaing-pesaingnya. Sebagai pembalap yang turut bersaing dalam ajang tersebut, Rins memberikan penghormatan terhadap pencapaian Ducati dan mengakui bahwa keunggulan mereka telah menciptakan narasi baru di dunia MotoGP.

Sebutan "Kejuaraan Ducati" mencerminkan pengakuan terhadap kontribusi signifikan yang diberikan oleh pabrikan tersebut dalam mencapai sukses di lintasan balap. Dominasi Ducati di musim tersebut tentunya menambah daya tarik dan ketegangan dalam persaingan MotoGP, memberikan tantangan ekstra bagi pembalap dan tim-tim pesaing untuk mencari strategi dan inovasi guna menghadapi superioritas Ducati.

Dengan begitu, sebutan tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan Ducati sebagai pabrikan, tetapi juga menjadi bagian dari narasi yang membangun ketegangan dan antusiasme di antara para penggemar balap motor di seluruh dunia.

Ducati meraih kesuksesan luar biasa di musim MotoGP 2023 dengan mengirimkan tiga pembalapnya finis di tiga besar klasemen akhir. Francesco Bagnaia, yang berkendara untuk tim pabrikan Ducati, mencatat prestasi luar biasa dengan meraih gelar juara dunia secara berturut-turut.

Prestasi Bagnaia dalam meraih gelar juara back-to-back ini menandai dominasi Ducati dalam kompetisi MotoGP. Selain Bagnaia, dua pembalap Ducati lainnya, yakni Jorge Martin dari Pramac Racing dan Marco Bezzecchi dari VR46 Racing, juga berhasil menempati posisi terhormat dalam klasemen akhir musim.

Pembalap Ducati Italia Francesco Bagnaia berlaga pada sprint race Grand Prix MotoGP Valencia di arena pacuan kuda Ricardo Tormo di Cheste, pada 25 November 2023. Foto oleh Jose Jordan/AFP—Getty Images

Keberhasilan ketiganya menegaskan supremasi Ducati di lintasan balap dan membuat pabrikan Italia ini menjadi sorotan utama sepanjang musim 2023. Kehebatan Ducati tidak hanya mendominasi balapan individual, tetapi juga menciptakan keunggulan secara keseluruhan dalam persaingan pabrikan.

Dengan prestasi impresif ini, Ducati tidak hanya meraih gelar juara dunia pembalap, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan dominan di MotoGP. Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras, strategi yang matang, dan kualitas unggul dari para pembalap dan tim Ducati sepanjang musim balap yang penuh tantangan.

Kehebatan Ducati di MotoGP 2023 semakin tercerminkan dengan penempatan Johann Zarco di peringkat kelima klasemen akhir. Meskipun tidak berhasil meraih gelar juara dunia, Zarco tetap memberikan kontribusi yang signifikan untuk memperkuat supremasi Ducati di lima besar.

Prestasi Zarco dalam menempati peringkat kelima tersebut memberikan dimensi tambahan pada keunggulan Ducati di grid balapan. Pabrikan Italia ini tidak hanya mendominasi tiga besar klasemen, tetapi juga berhasil menempatkan salah satu pembalapnya di peringkat lima, memperkuat reputasi mereka sebagai kekuatan utama di MotoGP.

Johann Zarco dari Perancis dan Pramac Racing dan Marc Marquez dari Spanyol dan Repsol Honda Team saat balapan Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Sirkuit Ricardo Tormo pada 26 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Eric Alonso/Getty Images

Keberhasilan Zarco dalam menyelesaikan musim di posisi yang sangat baik menjadi bukti konsistensi dan kemampuan mengemudi yang luar biasa dari pembalap Ducati. Dengan demikian, Ducati bukan hanya menciptakan keunggulan pada tingkat tim, tetapi juga memiliki representasi yang kuat di sepanjang grid balapan, menciptakan dinamika yang mendominasi sepanjang musim.

Kehebatan Ducati di MotoGP 2023 semakin mencengangkan dengan raihan 17 kemenangan dari total 20 balapan reguler sepanjang musim. Rekor luar biasa ini menjadi bukti konkret atas performa superior para penunggang Ducati dan kemampuan unggul motor Desmosedici di lintasan.

Selain dominasi kemenangan, para pembalap Ducati juga secara konsisten meraih podium, mencatatkan 43 kali berturut-turut finis di tiga besar. Keberhasilan mereka meraih podium secara beruntun semakin menegaskan supremasi Ducati di sepanjang musim, menciptakan tren kemenangan yang sulit diimbangi oleh pesaing-pesaing mereka.

Fenomena ini melahirkan sebutan populer, 'Kejuaraan Ducati', yang mencerminkan dominasi dan keunggulan yang tak terbantahkan yang dimiliki oleh pabrikan Italia tersebut. Istilah ini menjadi simbol dari kehebatan kolektif para pembalap dan tim Ducati yang berhasil mengukir prestasi luar biasa sepanjang musim balap MotoGP 2023.

Alex Rins dari Spanyol dan LCR Honda saat pemanasan Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Sirkuit Ricardo Tormo pada 26 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Eric Alonso/Getty Images

Alex Rins berhasil mencuri sorotan dengan meraih kemenangan di MotoGP Austin, menjadi satu-satunya momen di mana Ducati tidak merajai jalannya balapan. Meskipun mengakui kehebatan Ducati yang wajar karena memiliki motor yang kompetitif dan lebih banyak di lintasan, Rins tetap yakin bahwa timnya, Yamaha, memiliki potensi untuk bersaing secara serius.

Dalam wawancaranya dengan Marca, Rins mengamati bahwa Ducati telah menunjukkan konsistensi unggul dengan menempatkan banyak motor di barisan depan sepanjang musim. Keberhasilan mereka mengembangkan motor yang sangat kencang menjadi salah satu kunci dominasi tersebut, didukung oleh jumlah pembalap yang lebih banyak dibandingkan tim-tim lain.

Meskipun demikian, Rins meyakinkan bahwa Yamaha juga memiliki daya saing yang kuat dan berencana untuk tampil beda pada musim berikutnya. Keyakinan ini mencerminkan semangat persaingan di arena MotoGP, di mana setiap tim berusaha untuk terus meningkatkan performa agar dapat bersaing dengan para pesaing terdepan.