Ambisi Ducati meraih gelar juara

Ducati berambisi meraih gelar juara MotoGP untuk ketiga berturut-turut pada musim depan, didukung oleh motor dan tim pembalap yang sangat kompetitif.

Ducati berambisi meraih gelar juara MotoGP untuk ketiga berturut-turut pada musim depan, didukung oleh motor dan tim pembalap yang sangat kompetitif.

Francesco Bagnaia dari Italia dan Tim Ducati Lenovo merayakan kemenangannya pada balapan Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Sirkuit Ricardo Tormo pada 26 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Eric Alonso/Getty Images

Oleh Rochim Hya

Ducati, yang telah mendominasi MotoGP selama dua musim terakhir dengan meraih gelar juara pembalap dan konstruktor, kini menetapkan ambisi besar untuk memenangkan gelar ketiga secara beruntun pada musim MotoGP 2024. Ambisi yang besar ini membutuhkan upaya yang besar dari seluruh tim, baik pembalap maupun staf pendukung, namun bukanlah sesuatu yang dianggap mustahil oleh tim pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale, Bologna, Italia.

Keberhasilan Ducati dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari kombinasi faktor-faktor kunci. Mereka dapat mengandalkan fondasi kuat dari motor yang telah terbukti solid dan andal di lintasan balap. Performa impresif ini menjadi landasan bagi ambisi lebih lanjut mereka.

Tak hanya itu, barisan pembalap Ducati juga menjadi elemen kunci kesuksesan. Tim memiliki pembalap yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki keterampilan dan dedikasi tingkat tinggi untuk bersaing di level tertinggi MotoGP. Kombinasi pengalaman dan semangat juang dari para pembalap menjadi aset berharga bagi tim.

Selain itu, tim insinyur Ducati terkenal karena inovasi mereka. Dukungan teknis yang canggih dan pengembangan terus-menerus pada aspek teknis motor memberikan keunggulan kompetitif yang dibutuhkan untuk bersaing di kejuaraan sekelas MotoGP.

Dengan menggabungkan semua elemen ini, Ducati memasuki musim MotoGP 2024 dengan tekad kuat untuk mengukir sejarah dengan meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ini tidak hanya mencerminkan ambisi tim, tetapi juga menjanjikan sajian aksi balap yang mendebarkan bagi para penggemar di seluruh dunia.

Dalam menghadapi tantangan besar menuju musim MotoGP 2024, Manajer Umum Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, dengan tegas menyatakan bahwa perjalanan untuk meraih gelar juara bukanlah tugas yang mudah. "Ya, akan sangat sulit, itu pasti. Menang selalu sulit," ungkapnya, memberikan pengakuan akan tingkat kesulitan yang melekat dalam dunia balap motor kelas dunia.

Namun, dalam wawancaranya, Dall'Igna tidak hanya menyampaikan realitas tantangan yang dihadapi, tetapi juga menyoroti ambisi besar yang menjadi fokus tim Ducati. Memenangi gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun di MotoGP menjadi tujuan yang luar biasa, sebuah pencapaian yang akan menempatkan Ducati di puncak prestasi dalam dunia balap motor.

"Jelas itu akan menjadi target kami, dan kami akan berjuang keras untuk meraih itu," tambah Dall'Igna dengan penuh semangat. Pernyataan ini mencerminkan tekad kuat dan komitmen penuh tim Ducati dalam mengejar kesuksesan. Mereka tidak hanya berusaha mempertahankan dominasi mereka, tetapi juga mengukir sejarah sebagai tim yang mampu meraih prestasi gemilang secara konsisten.

Sebagai Manajer Umum, Dall'Igna menjadi representasi dari visi dan kepemimpinan yang akan membimbing tim melalui tantangan musim depan. Kepemimpinan yang penuh semangat dan tekad untuk mencapai kesuksesan tertinggi akan menjadi kunci dalam mengejar gelar juara yang menjadi obsesi bagi Ducati. Bagaimanapun, dalam arena MotoGP yang kompetitif, setiap kemenangan dan setiap gelar memiliki arti dan nilainya sendiri.

Perjalanan Ducati menuju puncak kejayaan dalam ajang MotoGP telah menjadi cerita evolusi yang panjang, dan salah satu tokoh sentral dalam perjalanan ini adalah Luigi Dall'Igna, yang diambil dari Aprilia pada tahun 2013. Kehadirannya menjadi kunci dalam merintis transformasi perlahan yang membawa Ducati menuju dominasi.

Pembalap Tim Ducati Lenovo Italia Francesco Bagnaia (tengah) berbicara dengan manajer umum Tim Lenovo Ducati Italia Luigi Dall'Igna (Kiri) di pitlane setelah hujan menjelang lomba lari cepat Grand Prix MotoGP India di Buddh Sirkuit Internasional di Greater Noida di pinggiran New Delhi, pada 23 September 2023. Foto oleh Money Sharma/AFP—Getty Images

Berbeda dengan beberapa pendekatan radikal, filosofi Dall'Igna justru terfokus pada pengembangan dan peningkatan dari apa yang sudah dimiliki oleh pabrikan. Ini bukanlah upaya merombak total, tetapi suatu proses evolusi yang cermat dan berkesinambungan. Pendekatan ini memakan waktu, namun terbukti memberikan hasil yang signifikan.

Proses evolusi ini memerlukan kesabaran dan ketekunan dari seluruh tim Ducati, serta dukungan penuh dari manajemen. Transformasi ini mencapai puncaknya pada tahun 2022, di mana Ducati berhasil meraih gelar juara MotoGP setelah penantian panjang selama 15 tahun sejak gelar pertama yang diraih oleh Casey Stoner.

Pada titik ini, pencapaian gelar juara menjadi simbol kesuksesan dari upaya panjang dan komitmen untuk terus berkembang. Ini juga mencerminkan kematangan strategi Dall'Igna yang telah membentuk fondasi keberhasilan tim Ducati. Perjalanan ini tidak hanya melibatkan aspek teknis motor, tetapi juga mencakup pengembangan tim, strategi balap, dan adaptasi terhadap dinamika kompetisi yang terus berubah.

Sebagai tim yang telah mengalami transformasi yang luar biasa, Ducati kini menduduki posisi puncak sebagai kekuatan dominan di MotoGP. Mereka tidak hanya menjadi contoh evolusi yang sukses dalam dunia balap motor, tetapi juga membuktikan bahwa kesabaran, ketekunan, dan visi yang tepat dapat mengantarkan sebuah tim menuju puncak kejayaan.

Keberhasilan Francesco Bagnaia meraih gelar juara pembalap pada musim 2022 bukanlah kebetulan semata, melainkan merupakan manifestasi dari keunggulan yang kembali diulanginya pada musim 2023. Gelar juara berturut-turut ini tidak hanya menjadi bukti dominasi penuh Ducati, tetapi juga menciptakan kejayaan yang mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan utama dalam dunia MotoGP.

Juara dunia Francesco Bagnaia dari Italia dan Tim Ducati Lenovo merayakan kemenangan setelah ia memenangkan kejuaraan pada Balapan MotoGP Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Sirkuit Ricardo Tormo pada 26 November, 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Steve Wobser/Getty Images

Pembalap yang akrab disapa Pecco ini menorehkan namanya dalam sejarah MotoGP dengan prestasi gemilangnya. Dominasi yang ditunjukkan oleh Bagnaia juga tercermin dalam klasemen akhir, di mana posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sesama pembalap Ducati, yakni Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Keberhasilan tim Ducati menguasai posisi tertinggi dalam klasemen menciptakan keseimbangan yang kuat dan menunjukkan kedalaman bakat di dalam tim.

Musim 2023 menjadi panggung bagi kemenangan spektakuler tim Ducati, dengan 17 dari 20 seri balapan utama serta 16 balapan sprint dimenangkan oleh pembalap Desmosedici GP. Angka-angka ini tidak hanya mencerminkan performa luar biasa dari para pembalap, tetapi juga memperlihatkan superioritas motor Ducati dalam berbagai kondisi lintasan.

Tentu saja, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan tim yang sangat perkasa. Ducati membanggakan kehadiran delapan pembalap yang masing-masing memiliki kompetitivitasnya sendiri. Namun, kunci keberhasilan sejati terletak pada adaptabilitas motor Desmosedici GP yang mampu mengakomodasi gaya berkendara unik dari setiap pembalap. Hal ini menciptakan sinergi antara manusia dan mesin, sebuah harmoni yang menjadi dasar kejayaan Ducati.

Dengan dua gelar juara pembalap beruntun dan prestasi luar biasa sepanjang musim, Ducati telah menandai namanya sebagai kekuatan dominan dalam dunia MotoGP. Mereka bukan hanya sebuah tim balap, tetapi suatu entitas yang mewakili ketangguhan, ketahanan, dan inovasi di puncak kompetisi balap motor dunia.

Musim balap mendatang di MotoGP dipenuhi dengan antisipasi dan persaingan ketat, terutama dengan kehadiran delapan pembalap berkualitas tinggi dari tim Ducati yang akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di lintasan. Kelompok pembalap yang dipimpin oleh Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Jorge Martin, Franco Morbidelli, Marc Marquez, Alex Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio siap memberikan pertunjukan balap yang luar biasa.

Pembalap Prima Pramac Racing asal Spanyol Jorge Martin (kanan) dan pebalap Tim Ducati Lenovo asal Italia Francesco Bagnaia mengemudikan sepeda motor mereka selama Grand Prix MotoGP India di Sirkuit Internasional Buddh di Greater Noida di pinggiran New Delhi, pada 24 September 2023. Foto oleh Money Sharma/AFP—Getty Images

Musim 2023 menyaksikan duel sengit antara dua pembalap Ducati, yaitu Francesco Bagnaia dan Jorge Martin. Keduanya memperebutkan supremasi dan menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang musim. Persaingan mereka yang intens tidak hanya menghasilkan gelar juara untuk Bagnaia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi Martin yang berhasil meraih posisi runner-up.

Menyongsong musim depan, Jorge Martin dengan tegas menyampaikan ambisinya untuk meraih gelar juara MotoGP. Dengan pelajaran besar yang dipetiknya dari musim ini, Martin merencanakan pendekatan yang matang dan tekad kuat untuk menjadi yang terbaik. "Musim depan akan bagus, akan sangat sulit, itu pasti, tetapi rencana saya adalah untuk menang, jadi akan berusaha meraih itu," ujar Martin, menggambarkan tekadnya yang kuat dan hasrat untuk mencapai puncak kesuksesan.

Marc Marquez dari Spanyol dan Gresini Racing MotoGP mengendarai lap pertamanya dengan Ducati saat Tes MotoGP di Sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Steve Wobser/Getty Images

Dengan kombinasi pembalap berbakat dan berpengalaman seperti Marc Marquez, serta energi segar dari pembalap muda seperti Marco Bezzecchi, tim Ducati siap menghadapi tantangan musim depan dengan penuh semangat. Persaingan internal di dalam tim akan menjadi salah satu aspek menarik yang memperkaya dinamika balap, sementara persaingan di antara pembalap-pembalap ini akan memberikan tontonan yang mendebarkan bagi penggemar MotoGP di seluruh dunia.

Meskipun merindukan liburan yang panjang dan kesempatan untuk menghilang sejenak, Jorge Martin menemukan dirinya terus terlibat dalam kesiapan untuk menghadapi tantangan musim balap mendatang. Ambisi besar untuk meraih gelar juara di MotoGP pada musim depan mengisyaratkan bahwa persiapannya harus dimulai lebih awal.

"Saya tidak memiliki banyak waktu hingga saat ini, memang saya memiliki empat hari di pantai bersama pacar saya, tetapi itu tidak cukup. Kami harus mulai berlatih lebih awal dan akan berusaha menikmati bersantai di rumah," ujar Martin, mengungkapkan keterbatasannya dalam menikmati momen santai dan liburan yang lebih lama.

Pembalap Ducati dari Spanyol, Jorge Martin, mendengarkan anggota timnya saat sesi latihan Grand Prix MotoGP Valencia di arena pacuan kuda Ricardo Tormo di Cheste, pada 24 November 2023. Foto oleh Javier Soriano/AFP—Getty Images

Dalam perayaan puncak gelar juara Ducati di Bologna pada tanggal 15 Desember 2023, Jorge Martin menerima replika Desmosedici GP23. Kesempatan untuk memiliki replika motor pribadinya dengan nomor start pribadi menjadi momen istimewa bagi pembalap tim Prima Pramac Racing ini. Ekspresi kegembiraannya terpancar jelas saat ia berbicara, "Saya sangat senang hari ini, saya tidak pernah membayangkan memiliki replika motor saya dengan nomor saya, jadi saya sangat senang dan menikmati momen ini."

Meskipun jadwal yang padat dan fokus pada persiapan awal musim mendatang, Martin tetap menyimpan kebahagiaan dan kebanggaan dalam momen khusus ini. Penerimaan replika Desmosedici GP23 tidak hanya menjadi simbol prestasi pribadinya, tetapi juga menciptakan kenangan berharga dalam perjalanan balapnya yang gemilang.

Perayaan gelar juara "Campioni in Festa" di Unipol Arena, Bologna, beberapa waktu lalu, menghadirkan momen emosional dan penghargaan yang luar biasa bagi pembalap yang dijuluki Pecco, Francesco Bagnaia. Dalam sorotan acara tersebut, pernyataan dari Manajer Umum Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, menegaskan bahwa keberhasilan gemilang musim ini adalah hasil dari kerja keras kolaboratif seluruh tim Ducati.

Dall'Igna memperjelas bahwa, meskipun Ducati memulai musim dengan posisi yang sangat baik, tantangan yang dihadapi tim tetap besar. Perlu melakukan kerja keras dalam mengembangkan motor, terutama mengingat beberapa pabrikan pesaing memiliki keunggulan di beberapa aspek tertentu. "Saya sangat gembira untuk semua orang yang terlibat dalam proyek karena mereka melakukan pekerjaan luar biasa sepanjang musim. Mereka melanjutkan pengembangan motor," ungkap Dall'Igna dengan penuh apresiasi.

Pembalapannya mengisyaratkan bahwa kendati Ducati memulai musim dengan performa yang mengesankan, terdapat aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Pabrikan lain memiliki kelebihan di beberapa area tertentu, dan inilah tantangan yang dihadapi oleh tim Ducati. Namun, dengan dedikasi dan fokus yang tinggi, mereka mampu mengembangkan solusi inovatif sepanjang musim, membuat motor Ducati semakin tangguh.

Francesco Bagnaia dari Italia dan Tim Ducati Lenovo menyemprot Luigi Dall'Ignae setelah sesi balapan MotoGP Motul TT Assen di TT Circuit Assen pada 25 Juni 2023 di Assen, Belanda. Foto oleh Steve Wobser/Getty Images

Dalam ekspresi kegembiraannya, Dall'Igna tidak hanya merasa bangga dengan pencapaian tim, melainkan juga memberikan apresiasi khusus kepada para pembalap yang berkontribusi secara luar biasa. "Jadi, saya sangat gembira dengan mereka, gembira dengan para pembalap karena mereka juga melakukan pekerjaan luar biasa. Jadi, saya sangat senang dan bangga pada orang-orang saya," ungkap Dall'Igna, mencerminkan rasa bangga dan kebahagiaannya terhadap kesuksesan kolektif yang telah dicapai.

Sebagai tokoh kunci dalam perjalanan evolusi Ducati di dunia MotoGP, Luigi Dall'Igna tidak memiliki ruang waktu yang luas untuk menikmati liburan yang panjang. Meskipun merayakan kesuksesan tim dalam perayaan gelar juara "Campioni in Festa" di Unipol Arena, Bologna, Dall'Igna telah langsung melibatkan diri dalam persiapan intensif untuk menyambut musim balap mendatang.

Dalam keterbatasan waktu yang dimilikinya, Dall'Igna hanya akan menikmati sepekan untuk bersantai sejenak sebelum kembali fokus sepenuhnya pada persiapan musim depan. Kendati jeda waktu tersebut singkat, prioritas utamanya adalah memastikan bahwa seluruh tim Ducati siap menghadapi tantangan yang akan datang.

"Bagi saya, paling tidak memiliki sepekan bebas dan setelah itu semua orang akan kembali berkonsentrasi untuk mengawali musim, karena musim akan dimulai lebih awal, dan di akhir Januari semuanya harus sudah siap untuk tes pertama di Malaysia," tegas Dall'Igna. Pernyataan ini mencerminkan komitmen dan disiplin yang tinggi dari seorang pemimpin tim yang berdedikasi untuk mencapai tingkat kesiapan maksimal sebelum memasuki musim balap yang intens.

Dalam pandangannya, persiapan awal yang optimal menjadi kunci kesuksesan, terutama dengan musim balap yang akan dimulai lebih awal dari biasanya. Januari menjadi bulan penting dengan uji coba pertama di Malaysia, dan Dall'Igna menegaskan bahwa tim harus memastikan semua aspek teknis dan taktis terpenuhi untuk memastikan performa unggul sejak awal musim.