Aprilia Akui Kegarangan Ducati

Marc Marquez ke Gresini dipandang oleh Massimo Rivola, bos Aprilia, sebagai peluang untuk meningkatkan persaingan di MotoGP.

Marc Marquez ke Gresini dipandang oleh Massimo Rivola, bos Aprilia, sebagai peluang untuk meningkatkan persaingan di MotoGP.

Aleix Espargaro dari Spanyol dan Aprilia Racing Team saat latihan bebas Grand Prix MotoGP Indonesia di Mandalika International Street Circuit pada 13 Oktober 2023, di Lombok, Indonesia. Foto oleh Garry Lotulung/Getty Images

Oleh Enjang Pramudita

Massimo Rivola, sebagai bos tim Aprilia, mengakui bahwa tantangan yang dihadapi timnya di MotoGP 2024 sangat berat. Hal ini disebabkan oleh kehadiran Marc Marquez, mantan juara dunia, yang kini bergabung dengan tim Ducati.

Rivola menyadari bahwa Marquez adalah salah satu pebalap terbaik dalam sejarah MotoGP, dan kehadirannya di kubu Ducati akan menjadi faktor yang membuat persaingan semakin ketat. Ducati, sebagai tim pabrikan yang telah meraih kesuksesan besar, menjadi lawan yang tangguh bagi Aprilia.

Pernyataan ini mencerminkan pengakuan Rivola terhadap level kompetisi yang tinggi di MotoGP, di mana setiap tim harus bersaing dengan kekuatan dan keahlian para pebalap top. Meskipun menyadari tantangan berat, Rivola dan tim Aprilia tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dan bersaing secara kompetitif di ajang balap motor paling bergengsi ini.

Pada musim balap sebelumnya, Aprilia mencatatkan dua kemenangan balapan yang signifikan melalui Aleix Espargaro di Grand Prix Inggris dan Spanyol. Meskipun demikian, kepindahan Marc Marquez ke tim Gresini dianggap oleh Massimo Rivola sebagai potensi yang dapat meningkatkan kegarangan tim Ducati.

Rivola menegaskan pentingnya menjaga sikap tenang dan tidak bereaksi berlebihan di tengah tekanan persaingan yang ketat. Reaksi berlebihan dapat menjadi kendala dalam pengambilan keputusan dan strategi tim. Meski menyadari bahwa persaingan semakin sengit, Rivola dan timnya berkomitmen untuk tetap fokus dan bekerja keras guna meningkatkan performa Aprilia di lintasan.

Pernyataan ini mencerminkan kesadaran Rivola terhadap dinamika kompleks dalam dunia MotoGP, di mana kesuksesan tim tidak hanya dipengaruhi oleh performa motor, tetapi juga oleh strategi tim, manajemen tekanan, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan yang muncul di setiap musim balap.

Massimo Rivola menilai perjalanan timnya dalam MotoGP 2023 sebagai tantangan yang penuh hikmah. Meskipun menghadapi kesulitan di paruh pertama musim, Aprilia berhasil menemukan kecepatan dan konsistensi yang dibutuhkan untuk meraih dua kemenangan di babak selanjutnya.

Rivola menekankan pentingnya tetap tenang dan berusaha keras di tengah ketidakpastian. Analisisnya mengenai kinerja tim menyiratkan bahwa sikap sabar dan konsistensi dalam upaya perbaikan telah membawa dampak positif pada hasil balapan tim Aprilia.

Pencapaian Aprilia pada musim 2023 juga dibandingkan dengan musim sebelumnya, MotoGP 2022, di mana tim hanya mampu meraih satu kemenangan. Meskipun demikian, Rivola menyoroti perbaikan secara keseluruhan, dengan mengakui adanya kemunduran tertentu, seperti yang terjadi di GP Malaysia. Namun, pandangannya terhadap balapan di Thailand memberikan nuansa optimisme, di mana performa tim meningkat secara signifikan.

Pernyataan ini mencerminkan sikap realistis Rivola, yang mengakui tantangan dan kemajuan timnya dengan mengambil hikmah dari setiap pengalaman di lintasan. Hal ini sejalan dengan semangat persaingan di MotoGP, di mana tim harus terus berkembang dan beradaptasi untuk meraih kesuksesan.

Massimo Rivola dari Italia dan Direktur Olahraga Aprilia berbicara di dalam kotak saat MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi pada 23 September 2022 di Motegi, Jepang. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images

Massimo Rivola menyuarakan pengakuan akan tingkat kesulitan yang dihadapi timnya menghadapi persaingan sengit di MotoGP. Ducati, dengan delapan pembalapnya yang terbagi antara dua pabrikan dan enam tim satelit, menjadi tantangan tersendiri bagi Aprilia.

Rivola menyoroti pentingnya fokus pada detail untuk bersaing di level tertinggi. Ia mengakui bahwa Ducati secara konsisten menjadi lawan yang sulit diatasi, dan kehadiran Marc Marquez di bawah panji Gresini Racing semakin memperumit situasi.

"Ducati adalah tim yang secara rutin mengungguli kami, dan mereka memiliki keunggulan yang signifikan. Kami harus bekerja lebih keras pada aspek-aspek detail untuk mendekati performa mereka," ungkap Rivola.

Prospek untuk musim mendatang menurut Rivola bahkan semakin menantang. Kehadiran Marc Marquez, pembalap berprestasi tinggi dengan sejumlah gelar juara dunia, dianggapnya sebagai elemen yang membuat persaingan semakin ketat.

"Tahun depan akan menjadi tahun yang lebih sulit lagi, terutama dengan fakta bahwa Marc Marquez akan mengendarai motor pemenang gelar juara dunia. Ini mungkin tidak menjadi kabar baik untuk persaingan secara keseluruhan," jelas Rivola.

Pernyataan ini mencerminkan pemahaman Rivola akan dinamika persaingan di MotoGP, di mana setiap tim harus beradaptasi dengan perubahan dan terus meningkatkan kinerja mereka untuk bersaing di puncak kelas balap motor dunia.

Walaupun dihadapkan pada tantangan berat dari tim-tim kuat seperti Ducati dengan teknologi unggulan dan kehadiran sejumlah pembalap juara, Aprilia tetap mempertahankan semangat dan tekadnya untuk tetap bersaing di puncak MotoGP.

Massimo Rivola menegaskan bahwa menghadapi persaingan di kelas tertinggi MotoGP memang tidak mudah, namun timnya tidak berniat untuk menyerah. Mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan performa motor mereka dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi di masa lalu.

"Ini adalah pekerjaan yang sulit, tetapi kami tidak punya pilihan selain menjadikan motor kami lebih baik dan berhenti membuat kesalahan. Kami percaya bahwa kerja keras tim akan membuahkan hasil," tegas Rivola.

Rivola juga menyatakan pentingnya evaluasi diri tim untuk memahami penyebab kinerja yang kurang memuaskan di beberapa balapan musim sebelumnya. Dengan merenungkan pengalaman dan kinerja masa lalu, mereka berharap bisa menemukan solusi dan strategi yang lebih baik untuk musim yang akan datang.

"Kami harus merenungkan apa yang telah kami lakukan sejauh ini dan benar-benar memahami mengapa kami tidak cepat di beberapa balapan. Evaluasi diri ini akan menjadi kunci untuk memetakan langkah-langkah ke depan dan meningkatkan kualitas performa tim di MotoGP 2024," ungkapnya, mencerminkan tekad Aprilia untuk terus berkembang di kancah balap motor kelas dunia.