Bezzecchi dan Diggia untuk Indonesia

Pertamina Lubricant optimis dengan Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio di tim Pertamina Enduro VR46 MotoGP akan harumkan nama Indonesia.

Pertamina Lubricant optimis dengan Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio di tim Pertamina Enduro VR46 MotoGP akan harumkan nama Indonesia.

Fabio Di Giannantonio dari Tim MotoGp Pertamina Enduro VR46 berkompetisi saat Tes MotoGP di sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Pablo Morano/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio, dua pembalap berbakat, bersatu dalam satu tim untuk menghadapi MotoGP 2024. Kehadiran pasangan tim dari VR46 Racing ini bukan hanya menciptakan kombinasi keterampilan balap yang kuat, tetapi juga menjadi peluang emas untuk mengangkat nama Indonesia di kancah balap motor dunia. Sebagai bagian dari tim VR46 Racing, keduanya memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan penampilan yang luar biasa dan meraih kesuksesan di lintasan balap internasional. Harapan dan dukungan penggemar Indonesia pun mengiringi langkah Bezzecchi dan Di Giannantonio dalam mengukir prestasi di MotoGP 2024.

Proses bursa rider untuk MotoGP 2024 telah mencapai kesimpulan, dan sejumlah perubahan menonjol telah terjadi, termasuk di dalam tim VR46 Racing yang mendapat dukungan dari Pertamina Lubricants melalui Pertamina Enduro. Sebagai hasil dari kesepakatan tersebut, selama tiga musim ke depan, nama resmi tim balap asal Italia itu menjadi Pertamina Enduro VR46 Racing. Perubahan ini tidak hanya mencakup aspek nama, tetapi juga melibatkan pemindahan beberapa pebalap yang akan membela tim dan menjadi bagian dari perjalanan mereka di panggung balap MotoGP. Dengan dukungan penuh dari Pertamina Lubricants, diharapkan bahwa tim ini akan meraih kesuksesan dan memberikan penampilan yang memukau di musim-musim mendatang.

Keputusan mengejutkan datang dari Luca Marini, adik dari legenda MotoGP, Valentino Rossi. Marini memutuskan untuk meninggalkan VR46 Racing Team dan beralih ke tim pabrikan Honda. Langkah ini mengindikasikan perubahan signifikan dalam karier Marini, yang sebelumnya terkait erat dengan tim yang didirikan oleh Valentino Rossi.

Sementara itu, posisi yang ditinggalkan oleh Marini di VR46 Racing Team diisi oleh Fabio Di Giannantonio, yang akrab disapa dengan panggilan Diggia. Diggia menjadi pilihan yang tepat dengan penampilan konsisten dan mengesankan menjelang akhir musim MotoGP tahun lalu.

Perpindahan rider ini menjadi sorotan dalam persiapan tim-tim menyongsong musim MotoGP 2024, dan banyak yang menantikan bagaimana Marini dan Di Giannantonio akan beradaptasi dengan tim dan motor baru mereka masing-masing.

Fabio Di Giannantonio dari Italia dan Tim Pertamina Enduro VR46 MotoGP™ terlihat di dalam kotak saat Tes MotoGP di Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images

Fabio Di Giannantonio, atau yang akrab disapa Diggia, mengalami perubahan tak terduga dalam karier MotoGP-nya. Setelah kontraknya dengan Gresini Racing tidak diperpanjang, posisinya dalam dunia balap menjadi tidak pasti. Marc Marquez memasuki gambaran sebagai pengganti yang mungkin untuk mengendarai motor Ducati pada musim depan.

Tingginya performa Diggia di MotoGP Jepang menjadi momen krusial yang memutar haluan dalam karier balapnya. Finis keempat dalam balapan tersebut merupakan pencapaian luar biasa, menjadi kali pertama dalam kariernya dia berhasil menembus lima besar pada ajang MotoGP.

Perubahan nasib Diggia semakin terlihat dalam lima seri terakhir musim tersebut. Prestasinya semakin bersinar dengan podium pertama yang diraihnya di MotoGP Australia, finis ketiga. Keberhasilan puncak datang di MotoGP Qatar dengan kemenangan yang membangkitkan semangatnya. Bahkan dalam sprint race di Lusail, Diggia menunjukkan performa cemerlang dengan finis kedua. Prestasi ini memberikan warna baru pada karier Diggia, dan para penggemar serta pengamat balap motor menantikan perjalanan berikutnya setelah momen gemilang tersebut.

Prestasi gemilang Fabio Di Giannantonio di musim MotoGP yang lalu membuat VR48 Racing Team memandangnya sebagai pilihan yang sangat tepat untuk musim depan. Diggia berhasil mencatatkan beberapa hasil yang mencolok, bahkan melampaui pencapaian Luca Marini, rekan setimnya musim lalu, yang hanya meraih satu podium kedua dan satu podium ketiga.

Meskipun secara poin di klasemen MotoGP Marini unggul dengan total 201 poin, Diggia juga tak kalah bersinar dengan koleksi poin sebanyak 151. Pilihan tim untuk merekrut Diggia memberikan sinyal kuat bahwa mereka percaya pada kemampuan dan potensinya untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya tim meraih prestasi di musim balap yang akan datang.

Marco Bezzecchi mewarnai musim MotoGP 2023 sebagai salah satu kandidat serius untuk meraih gelar juara dunia. Rider berusia 25 tahun ini tampil mengesankan dengan menduduki puncak klasemen MotoGP pada awal musim, menunjukkan konsistensi dan performa yang luar biasa.

Marco Bezzecchi dari Italia dan Tim MotoGP Pertamina Enduro VR46 berkendara selama Tes Moto GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo. Foto oleh Vicente Vidal Fernandez/Getty Images

Bezzecchi meraih tiga kemenangan gemilang di sepanjang musim tersebut. Prestasi gemilangnya dicatatkan di MotoGP Argentina, MotoGP Prancis, dan MotoGP Mandalika, yang secara resmi dikenal sebagai Pertamina Grand Prix of Indonesia. Kemenangan-kemenangan tersebut membawa total poin Bezzecchi mencapai 329 poin, sehingga dia finis di peringkat ketiga dalam klasemen akhir MotoGP 2023.

Keberhasilan Bezzecchi meraih podium dan kemenangan serta posisinya di puncak klasemen menjadi bukti bahwa pebalap ini merupakan salah satu yang patut diwaspadai di ajang MotoGP. Performa impresifnya tentu menjadi daya tarik dan aset berharga bagi tim VR46 Racing Team dalam mengarungi kompetisi di musim balap mendatang.

Pertamina Lubricant menunjukkan optimisme tinggi terhadap kombinasi Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio di tim Pertamina Enduro VR46 MotoGP. Direktur Pertamina Lubricant, Werry Prayogi, menyatakan keyakinan tersebut berdasarkan performa yang impresif dan konsisten dari Fabio Di Giannantonio terutama di babak akhir musim MotoGP 2023.

Kepercayaan dan antusiasme Pertamina Lubricant terhadap duet pembalap Italia ini menjadi indikator bahwa harapan besar terletak pada kinerja dan prestasi yang akan dicapai oleh Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio di arena balap MotoGP pada musim mendatang.