Liverpool ditahan imbang Manchester United

Sebuah perubahan yang sudah tampak jelas dalam lima menit awal pertandingan antara Liverpool dan Manchester United.

Sebuah perubahan yang sudah tampak jelas dalam lima menit awal pertandingan antara Liverpool dan Manchester United.

Gelandang Manchester United asal Brazil #21 Antony berhadapan dengan gelandang Liverpool asal Kolombia #07 Luis Diaz pada pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Desember. 2023. Foto oleh Paul Ellis/AFP—Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Dalam lima menit pertama, pertahanan Manchester United terus digempur oleh serangan intensif tuan rumah Liverpool, yang diperkuat oleh dukungan penuh penonton. Namun, dengan kejutan semua orang, tim tamu berhasil membendung badai serangan yang terus menerus. Pada momen tersebut, terlihat jelas bahwa Manchester United telah menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan dengan musim sebelumnya yang rentan.

Hasil imbang 0-0 di Stadion Anfield, pada dini hari Senin (18/12/2023) waktu Indonesia Barat, dianggap sebagai pencapaian besar bagi Manchester United. Datang dengan beban psikologis akibat kekalahan 0-7 pada musim sebelumnya, "Setan Merah" mampu menjadi tim pertama yang menahan Liverpool untuk tidak mencetak gol dan tidak menelan kekalahan di kandang pada musim ini. Kinerja solid ini memberikan semacam kemenangan moral bagi tim yang mengalami kesulitan di musim sebelumnya.

"Cara berpikir adalah kunci utama," ungkap kapten Manchester United, Scott McTominay, yang mengisi peran Bruno Fernandes yang absen. Pesan utama di ruang ganti adalah bahwa mereka yakin bisa tampil baik dan menunjukkan karakter yang kuat, membantu rekan setim, dan siap bertarung.

Striker Liverpool asal Mesir #11 Mohamed Salah menembak tetapi tendangannya berhasil diselamatkan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Desember 2023. Foto oleh Paul Ellis/AFP—Getty Images

Di lima menit pertama pertandingan, Liverpool melancarkan serangan cepat. Mereka memegang kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 85,6 persen. Mohamed Salah dan rekannya berhasil menciptakan tiga tembakan dan meraih tiga tendangan sudut. Manajer Juergen Klopp bahkan menyebutnya sebagai salah satu penampilan awal terbaik timnya dalam musim ini. Momentum tersebut menunjukkan dominasi awal yang kuat dari Liverpool.

Meskipun menghadapi momen awal yang cukup menakutkan, Manchester United mampu melalui ujian tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh McTominay, kesiapan mental mereka menjadi faktor kunci. Tim ini menunjukkan koherensi dan tekad sejak menit awal pertandingan. Setelah "badai" awal mereda, tampaknya segalanya berjalan baik untuk skuat yang dilatih oleh manajer Erik ten Hag. Bukti nyata dari kesiapan mereka adalah kemampuan untuk tetap tenang dan bahkan membuat frustrasi tim kuat seperti Liverpool.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengungkapkan rasa frustrasinya setelah pertandingan. Menurutnya, Manchester United datang ke Anfield tidak dengan niat untuk menang, tetapi hanya untuk menghindari kekalahan. Dominasi Liverpool terlihat jelas dari statistik, dengan keunggulan mutlak dalam jumlah tembakan 34-6 dan penguasaan bola mencapai 68,9 persen.

Jurgen Klopp manajer Liverpool dan Virgil van Dijk kapten Liverpool menunjukkan apresiasinya kepada para penggemar di penghujung pertandingan Premier League antara Liverpool FC dan Manchester United di Anfield pada 17 Desember 2023 di Liverpool, Inggris. Foto oleh Andrew Powell/Getty Images

"Jika Anda melihat cara mereka bermain, kami yang memiliki penguasaan bola lebih banyak dan menciptakan peluang. Hanya ada satu tim yang berusaha menang dalam pertandingan ini. Kami ingin meraih kemenangan. Itulah sebabnya kami merasa frustrasi (karena tidak bisa mencetak gol). Padahal, kami unggul di segala aspek," ungkap Van Dijk.

Berhati-hati

Berbeda dengan musim lalu, Erik ten Hag terlihat lebih berhati-hati dalam pendekatan permainannya. Manajer tersebut membawa ide bermain yang lebih konservatif, sering kali memilih untuk bertahan dengan membentuk blok rendah di area pertahanan mereka. Bahkan, bek sayap seperti Luke Shaw dan Diogo Dalot, yang biasanya turut serta dalam serangan, lebih sering tinggal di lini pertahanan dan tidak terlalu maju ke depan.

Meski demikian, pendekatan taktis ini membawa hasil positif bagi Manchester United, karena mereka berhasil menghindari menjadi korban kebobolan di Anfield. Ten Hag tampaknya lebih realistis, menyadari kebutuhan timnya untuk meraih hasil positif, terutama setelah dua kekalahan buruk sebelumnya dan kenangan pahit dari musim sebelumnya. Anfield merupakan tempat yang sulit bagi setiap tim, dan Ten Hag membuat keputusan yang tepat dengan memprioritaskan pertahanan.

"Setiap poin sangat berarti. Sepak bola pada akhirnya tentang hasil. Meskipun kita bisa meraih kemenangan jika mampu memanfaatkan peluang, saya rasa hasil imbang ini memuaskan. Liverpool selalu tajam di Anfield, mereka selalu mencetak gol di kandang, tetapi kita berhasil menghindarinya. Semuanya dimulai dari organisasi yang baik dan performa pertahanan yang solid," ungkap Ten Hag.

Manajer Manchester United Erik ten Hag bereaksi selama pertandingan Liga Premier antara Liverpool FC dan Manchester United di Anfield pada 17 Desember 2023 di Liverpool, Inggris Raya. Foto oleh Ash Donelon/Getty Images

Erik ten Hag tak segan memberikan pujian kepada sebelas pemainnya setelah pertandingan. Mereka menunjukkan kesatuan yang langka terlihat dalam penampilan Manchester United sepanjang musim ini. Semua pemain tampak bersedia untuk bertahan, berlari mengejar lawan, dan bersaing untuk merebut bola. Kebersamaan ini mampu mengatasi kehilangan pemain bintang seperti Bruno Fernandes, yang absen karena sanksi akumulasi kartu.

Soliditas tim tidak hanya menonjolkan kebersamaan, tetapi juga meningkatkan penampilan individu para pemain Manchester United. Salah satu contohnya adalah Raphael Varane, bek veteran yang kali ini mendapat kesempatan pertama kali menjadi starter di Liga Inggris setelah mencatatkan diri sebagai pemain cadangan selama dua setengah bulan. Dengan kontribusinya di lini pertahanan, Varane berhasil menjadi bintang gemilang bagi Manchester United di Anfield.

Intensitas serangan dari Liverpool mengalami penurunan setelah satu jam berlalu dalam pertandingan. Manchester United hampir saja memanfaatkan momen tersebut melalui serangan balik yang sangat cepat. Rasmus Hojlund, penyerang Manchester United, mendapatkan peluang emas di kotak penalti lawan dan berhadapan langsung dengan kiper. Namun, sayangnya, Hojlund belum mampu mencetak gol di liga.

Menurut Jurgen Klopp, manajer Liverpool, keberuntungan kurang berpihak pada timnya. Meskipun mereka telah mencoba segala cara untuk mendominasi pertandingan, namun gol yang diinginkan tidak kunjung tercipta. Di paruh kedua pertandingan, Trent Alexander-Arnold, bek sayap yang mencatat jumlah umpan kunci terbanyak (6 kali), diposisikan di lini tengah. Meskipun serangan dari Liverpool lebih tajam, namun hal itu tidak mengubah hasil akhir pertandingan.

Jurgen Klopp manajer Liverpool selama pertandingan Liga Premier antara Liverpool FC dan Manchester United di Anfield pada 17 Desember 2023 di Liverpool, Inggris. Foto oleh Andrew Powell/Getty Images

Klopp bahkan menyebut bahwa performa timnya dalam pertandingan kali ini lebih dominan dibandingkan dengan kemenangan besar pada musim sebelumnya. "Saya tidak ingat kapan terakhir kali kami bisa mendominasi pertandingan seperti hari ini melawan Manchester United. Penampilan kami sangat istimewa, dan atmosfera di stadion juga istimewa. Satu-satunya hal yang tidak saya sukai adalah hasil akhir pertandingan. Seharusnya kami meraih kemenangan," ungkap Klopp.

Dengan hasil imbang tersebut, Liverpool dengan koleksi 38 poin harus menyerahkan posisi puncak klasemen kepada Arsenal yang mengumpulkan 39 poin. Pertemuan antara kedua tim tersebut akan berlangsung di Anfield pada pekan mendatang, menandai pertarungan sengit di papan atas klasemen Liga Premier. Di sisi lain, Erik ten Hag, manajer Manchester United, dapat menghirup udara lega setelah mendapat tekanan terkait masa depannya.

Masa depan Ten Hag sempat menjadi tanda tanya setelah Manchester United gagal melaju dari babak grup Liga Champions pada pertengahan pekan sebelumnya. Hasil imbang di Anfield dapat dianggap sebagai hembusan napas segar untuknya, dan performa tim yang solid mungkin memberikan ketenangan pada posisinya sebagai manajer di Old Trafford.