Manchester City kelelahan

Alami kelelahan akut, sekuat Manchester City dihadapkan pada tantangan fisik dan mental menjelang final Piala Dunia Antarklub 2023.

Alami kelelahan akut, sekuat Manchester City dihadapkan pada tantangan fisik dan mental menjelang final Piala Dunia Antarklub 2023.

Jack Grealish dari Manchester City terlihat lelah selama pertandingan final Liga Champions UEFA 2022/23 antara FC Internazionale dan Manchester City di Ataturk Olympic Stadium pada 10 Juni, 2023 di Istanbul, Turki. Foto oleh Richard Sellers/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Manchester City berhasil memenuhi ekspektasi para penggemarnya dengan lolos ke final Piala Dunia Antarklub 2023, di mana mereka akan menghadapi Fluminense. Pertandingan final tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Desember 2023, pukul 01.00 WIB, di Stadion Raja Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Manajer City, Pep Guardiola, tampaknya telah memberikan instruksi khusus untuk memastikan para pemainnya mendapatkan istirahat yang cukup, dengan harapan mereka tampil bugar dan siap mengejar trofi bergengsi ini yang dapat menjadi pencapaian bersejarah bagi "The Citizens". Guardiola nampak fokus pada kesiapan timnya untuk menghadapi tantangan terakhir dalam kompetisi ini.

Meskipun telah memasuki musim dingin, pemain-pemain Manchester City mendapati diri mereka di Jeddah dengan suhu yang mencapai 31 derajat Celsius. Kontrasnya kondisi iklim ini dengan cuaca musim dingin yang berangin di kota asal mereka, Manchester, dan mayoritas kota-kota di Inggris yang biasanya memiliki suhu berkisar antara 5 hingga 8 derajat Celsius. Suhu tinggi di Arab Saudi menjadi ujian tambahan bagi para pemain, menimbulkan tantangan dalam penyesuaian dan membutuhkan pemulihan tubuh yang optimal untuk menghadapi pertandingan penting di Piala Dunia Antarklub 2023. Meski begitu, profesionalisme pemain City akan diuji dalam menghadapi perbedaan kondisi iklim ini.

Kelelahan menjadi musuh tambahan bagi pemain Manchester City menjelang laga puncak Piala Dunia Antarklub 2023 melawan Fluminense. Dengan waktu istirahat yang lebih singkat, hanya 24 jam dibandingkan dengan lawan mereka yang merupakan juara Copa Libertadores, para pemain City dihadapkan pada tantangan fisik dan mental yang signifikan. Pemulihan optimal dalam waktu yang terbatas menjadi kunci untuk menanggulangi kelelahan akut dan memastikan performa terbaik saat menghadapi laga final yang bergengsi ini. Guardiola dan staf medis City tentu memiliki peran besar dalam merancang strategi pemulihan agar skuatnya dalam kondisi prima pada saat yang paling krusial.

Perjalanan dramatis menuju final Piala Dunia Antarklub 2023 menyaksikan Manchester City melibas kampiun Liga Champions Asia, Urawa Red Diamonds, dengan skor telak 3-0 pada Rabu dini hari (20/12/2023). Kemenangan ini menandai langkah kokoh City dalam mengejar trofi bergengsi dunia. Sementara itu, Fluminense juga berhasil melaju ke final setelah melewati duel semifinal kontra Al Ahly, juara Liga Champions Afrika, pada Selasa (19/12/2023). Pertandingan yang telah menghasilkan dua tim pemenang ini akan bersua dalam laga final yang dipenuhi dengan antisipasi dan ekspektasi tinggi.

Situasi yang semakin kompleks bagi Manchester City dalam perjalanan mereka menuju final Piala Dunia Antarklub 2023. Masalah utama yang harus dihadapi adalah tingginya tingkat kelelahan yang melanda skuad. Dalam rentang waktu 20 hari bulan Desember, City telah menjalani enam pertandingan yang melelahkan, menambah beban fisik dan mental para pemain. Keadaan ini semakin dirasakan sulit mengingat ketatnya jadwal pertandingan tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup kepada para pemain.

Pep Guardiola manajer Manchester City berbicara dengan pemain Kalvin Phillips dan Sergio Gomez sebelum mereka menjadi pemain pengganti selama pertandingan FIFA Club World Cup Arab Saudi 2023 Semi Final antara Urawa Reds dan Manchester City di King Abdullah Sports City pada 19 Desember 2023 di Jeddah, Arab Saudi. Foto oleh Robbie Jay Barratt/AMA—Getty Images

Dengan tiga pertandingan tersisa sebelum merayakan Tahun Baru, Manajer Pep Guardiola dan staf pelatih harus mencari strategi terbaik untuk mengelola kelelahan pemain. Pemulihan fisik dan psikologis menjadi kunci untuk memastikan performa maksimal dalam laga final melawan Fluminense. Guardiola mungkin perlu merancang rotasi pemain atau mempertimbangkan strategi istirahat yang optimal untuk menjaga kebugaran skuadnya dalam kondisi terbaik.

Pep Guardiola, manajer Manchester City, menilai bahwa strategi utama untuk mempersiapkan timnya menuju final Piala Dunia Antarklub 2023 adalah dengan memberikan waktu istirahat yang cukup kepada para pemainnya. Guardiola menyampaikan bahwa rencana utama mereka adalah fokus untuk istirahat, tidur, dan kembali istirahat. Dia menyadari pentingnya pemulihan dan kesejahteraan pemain dalam menghadapi tantangan final melawan Fluminense, terutama setelah melewati jadwal padat dan melelahkan selama bulan Desember.

Guardiola juga menyoroti perbedaan waktu istirahat antara City dan lawannya, Fluminense, yang memiliki satu hari lebih lama untuk memulihkan energi mereka. Oleh karena itu, pelatih tersebut menegaskan bahwa pemain tidak akan dipaksa untuk menjalani sesi latihan tambahan, melainkan fokus pada istirahat guna memastikan kondisi optimal mereka saat bertanding di laga puncak. Pilihan ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya manajemen kelelahan dan pemulihan pemain dalam situasi kompetisi yang intens.

Pep Guardiola, dengan tekad bulat, menghadapi ambisi besar untuk mengantarkan Manchester City meraih gelar kelima dalam tahun ini. Menangani The Citizens, dia berambisi memenangkan Piala Dunia Antarklub sebagai pencapaian prestisius yang akan melengkapi koleksi gelarnya. Guardiola telah membawa kejayaan bagi City dalam berbagai kompetisi, termasuk Liga Champions dan Piala Super Eropa, namun memenangkan Piala Dunia Antarklub akan menjadi pencapaian luar biasa dan unik.

Dengan fokus pada pertandingan final melawan Fluminense, Guardiola menyadari bahwa kemenangan akan membawa dampak bersejarah bagi klub. Prestasi ini tidak hanya akan memberikan kehormatan untuk City tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu manajer paling sukses di dunia. Dengan motivasi dan ambisi tinggi, Guardiola berupaya memberikan yang terbaik untuk City dan para penggemarnya, menjadikan tahun ini sebagai periode gemilang dalam sejarah klub.

Jika Manchester City berhasil memenangkan Piala Dunia Antarklub, mereka akan menyusul jejak tiga tim Inggris sebelumnya yang telah memenangkan gelar tersebut. Manchester United meraih prestasi tersebut pada tahun 2008, Liverpool mengangkat trofi pada 2019, dan Chelsea menorehkan namanya di sejarah sebagai juara pada tahun 2021. Keberhasilan ini akan menjadi bukti nyata kekuatan dan dominasi sepakbola Inggris di panggung internasional.

Gelar juara dunia ini juga membawa konsekuensi visual yang signifikan bagi City. Dimulai dari Januari 2024, jersei mereka akan didekorasi dengan ornamen baru di bagian dada, yaitu emblem juara Piala Dunia Antarklub. Ornamen ini sebelumnya digunakan oleh Real Madrid selama tahun 2023, dan kini menjadi simbol prestasi dan keunggulan yang akan diemban oleh Manchester City. Selain menyandang status juara, penampilan baru di jersei akan menjadi saksi perjalanan gemilang mereka di panggung sepakbola dunia.

Pelatih kepala Pep Guardiola dari Manchester City memberikan instruksi selama pelatihan MD-1 sebelum kota Urawa Reds vs Manchester City di King Abdullah Sports City pada 18 Desember 2023 di Jeddah, Arab Saudi. Foto oleh Jose Breton/Getty Images

Guardiola bukan hanya berusaha menciptakan sejarah baru untuk Manchester City, tetapi juga mengejar prestasi pribadi yang gemilang. Sebagai pelatih, ia telah mencatatkan rekor 100 persen kemenangan di final Piala Dunia Antarklub. Rekor tersebut sudah dimulai sejak dirinya membimbing Barcelona dan membawa tim tersebut meraih dua gelar pada tahun 2009 dan 2011. Guardiola kemudian melanjutkan prestasinya bersama Bayern Muenchen, mengangkat trofi pada tahun 2013.

Dalam persiapan menuju laga final, Guardiola berencana untuk memanfaatkan waktu libur sebagai momen kreatif. Ia ingin menciptakan lingkungan yang dapat membuat para pemain memahami betapa pentingnya kompetisi ini bagi klub. Menurutnya, bermain dalam final Piala Dunia Antarklub memerlukan penampilan luar biasa, setara dengan upaya yang diperlukan untuk memenangi Liga Champions. Dengan fokus pada persiapan dan motivasi pemain, Guardiola bertekad untuk menambah gelar prestisius bagi dirinya dan membawa kebanggaan bagi Manchester City.

Manchester City memiliki peluang emas untuk menjadi tim terakhir yang meraih gelar Piala Dunia Antarklub dengan format saat ini yang diperkenalkan pada tahun 2000. Keberhasilan ini dapat menandai akhir dari sebuah era sebelum turnamen meningkatkan jumlah peserta menjadi 32 pada edisi 2025. City telah memastikan diri sebagai salah satu wakil Eropa dalam kompetisi mendatang, yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat pada Juni-Juli 2025.

Pep Guardiola, manajer City, menyatakan signifikansi momen ini dengan mengatakan bahwa ini adalah kali pertama Manchester City mencapai tahap ini dalam turnamen tersebut. Ia merasa terhormat mewakili organisasi dan klub yang mengagumkan. Guardiola menekankan bahwa mereka berada pada langkah terakhir menuju puncak untuk meraih trofi yang belum pernah dimenangkan oleh klub ini sebelumnya. Dengan tekad tinggi, Guardiola bersama timnya berencana untuk memberikan yang terbaik dalam upaya merebut gelar Piala Dunia Antarklub dan membuat sejarah bagi Manchester City.

Dalam pertandingan melawan Urawa Reds, Pep Guardiola sekali lagi menerapkan taktik yang sudah menjadi ciri khasnya, yaitu false nine. Cedera yang dialami oleh Erling Haaland dan kebutuhan istirahat Julian Alvarez membuat Guardiola memilih untuk menurunkan dua pemain asal Portugal, Bernardo Silva dan Matheus Nunes, dengan peran yang lebih dinamis di lini depan.

Kedua pemain tersebut secara bergantian berada di dalam kotak penalti, memberikan variasi dan tekanan konstan pada pertahanan lawan. Jack Grealish dan Phil Foden turut membantu memperkaya serangan City dengan memberikan lebar dan kreativitas dari kedua sisi sayap. Strategi ini berhasil menghasilkan ketajaman dan keberagaman dalam serangan City, memberikan mereka kendali atas pertandingan.

Walaupun harus bermain tanpa dua penyerang andalan, City berhasil mencetak tiga gol dalam waktu satu jam pertandingan. Pesta gol City dimulai dengan gol bunuh diri dari bek tengah Urawa Reds, Marius Hoibraten, pada masa perpanjangan waktu babak pertama. Kemenangan City semakin kokoh setelah Mateo Kovacic mencetak gol pada menit ke-52 dan Bernardo Silva menambahkan satu gol lagi pada menit ke-59.

Marius Hoibraten dari Urawa Reds mencetak gol bunuh diri untuk membuat skor 0-1 selama Pertandingan Semi Final FIFA Club Arab Saudi 2023 antara Urawa Reds dan Manchester City di King Kota Olahraga Abdullah pada 19 Desember 2023 di Jeddah, Arab Saudi. Foto oleh Robbie Jay Barratt/AMA—Getty Images

Pertandingan melawan Urawa Reds menjadi panggung bagi dua gelandang baru City, Kovacic dan Nunes, untuk membuktikan kualitas mereka. Nunes menunjukkan kemampuan bermain dengan berbagai peran di lini tengah, sementara Kovacic berhasil menciptakan gol perdananya sejak membela City. Kedua pemain tersebut tidak hanya memperkuat skuat, tetapi juga memberikan dimensi baru pada permainan City.

Rodri, gelandang bertahan City, memberikan pengakuan bahwa dua gelandang baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan yang kompleks di City. Meskipun demikian, ia yakin bahwa keduanya akan memberikan sumbangan krusial untuk mendukung ambisi City meraih segala trofi dalam musim ini.

Menurut Rodri, penampilan impresif dalam pertandingan kontra Urawa Reds menjadi momen penting untuk membangun kepercayaan diri kedua gelandang tersebut. Kedua pemain tersebut menunjukkan performa yang sangat baik, membuktikan bahwa mereka adalah elemen kunci dalam strategi tim. Rodri meyakini bahwa kontribusi mereka akan menjadi faktor vital dalam meraih sukses bersama City.

Di sisi lain, Pep Guardiola menegaskan bahwa Erling Haaland dan Kevin de Bruyne masih belum dapat tampil dalam pertandingan final. Kedua pemain tersebut hanya duduk di tribun khusus untuk staf tim selama pertandingan semifinal. Guardiola menjelaskan bahwa Haaland belum dapat mengikuti sesi latihan karena mengalami masalah otot yang membuatnya absen dalam pertandingan.

"Kevin (de Bruyne) telah berlatih dan akan ikut dalam sesi latihan untuk laga final, namun ia sudah menepi selama tiga bulan, sehingga sulit baginya untuk tampil di final. Yang terpenting, kondisinya semakin membaik," ujar Guardiola dengan harapan pemulihan de Bruyne berlanjut meskipun keterlibatannya dalam final masih menjadi pertanyaan besar.