Marquez Berusaha Kejar Gelar Rossi

Marc Marquez tetap berusaha maksimal untuk mengejar gelar juara dunia Valentino Rossi tanpa meremehkan lawan atau membuat prediksi berlebihan.

Marc Marquez tetap berusaha maksimal untuk mengejar gelar juara dunia Valentino Rossi tanpa meremehkan lawan atau membuat prediksi berlebihan.

Valentino Rossi dari Monster Energy Yamaha MotoGP dan Marc Marquez dari Tim Repsol Honda saat konferensi pers presentasi Grand Prix Oakley Italia, di Sirkuit Internasional Mugello, pada 30 Mei 2019 di Mugello, Italia. Foto oleh Danilo Di Giovanni/Getty Images

Oleh Enjang Pramudita

Meskipun telah meraih delapan gelar juara dunia untuk semua kelas, Marc Marquez menunjukkan sikap rendah hati dengan menolak untuk bersifat sombong atau memprediksi kesuksesannya di musim mendatang. The Baby Alien, sebutan untuk Marquez, menegaskan ketidakyakinannya untuk menyamai prestasi legenda MotoGP, Valentino Rossi, yang mengoleksi sembilan gelar juara dunia.

Marquez menyadari bahwa setiap musim di MotoGP penuh dengan tantangan dan persaingan sengit. Dengan tingginya tingkat kompetisi di kelas utama balap motor, Marquez tidak ingin meremehkan lawan-lawannya atau membuat prediksi yang berlebihan mengenai kesuksesannya di masa depan, tetapi Marc Marquez tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar gelar Valentino Rossi.

Sikap rendah hati Marquez mencerminkan profesionalisme dan rasa hormatnya terhadap sejarah MotoGP serta para pembalap hebat yang telah menjelajahi lintasan sebelumnya. Ia memahami bahwa di dunia balap motor, prediksi tidak selalu menjadi kenyataan, dan setiap musim membawa tantangan unik yang harus dihadapi.

Perjalanan gemilang Marc Marquez di dunia MotoGP mencakup enam gelar juara dunia yang telah diukir sepanjang kariernya di kelas utama ajang balap MotoGP. Prestasinya ini membuatnya menjadi salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah MotoGP. Marquez meraih gelar juara dunia kelas utama MotoGP untuk pertama kalinya pada tahun 2013, menandai awal dari dominasinya di lintasan balap.

Selama beberapa tahun berikutnya, Marquez secara luar biasa berhasil mempertahankan dominasinya, meraih gelar juara dunia secara beruntun pada 2014, 2016, 2017, dan 2018. Puncak dari dominasinya adalah pada tahun 2019, ketika ia mencatatkan gelar juara dunia keenamnya.

Namun, setelah menikmati kesuksesan yang luar biasa, Marquez menghadapi cobaan serius saat mengalami cedera serius pada 2020. Cedera tersebut membuatnya absen sepanjang sebagian besar musim, dan ia tidak dapat mempertahankan gelar juara dunianya. Meskipun demikian, semangat dan dedikasinya terhadap balap motor membawanya kembali ke lintasan.

Dengan raihan delapan gelar juara dunia, Marquez hanya terpaut satu gelar dari legenda MotoGP, Valentino Rossi, yang mengoleksi sembilan gelar juara dunia MotoGP untuk semua kelas. Meskipun tidak meremehkan prestasi Rossi, Marquez tetap menjunjung tinggi rasa hormat terhadap rekannya yang telah memberikan kontribusi besar terhadap sejarah MotoGP.

Ketika sedang berada di puncak karier dan mengumpulkan sejumlah gelar juara dunia, nasib Marc Marquez berubah drastis akibat serangkaian cedera yang ia alami. Kejatuhan itu dimulai pada musim 2020, di mana Marquez mengalami kecelakaan hebat dalam balapan pembuka di Sirkuit Jerez. Insiden tersebut mengakibatkan patah lengan, dan meskipun mencoba untuk kembali ke lintasan secepat mungkin, Marquez akhirnya harus menjalani operasi tambahan karena komplikasi medis.

Cedera parah ini membuatnya absen sepanjang sebagian besar musim 2020, dan ketidakhadirannya membuka peluang bagi pembalap lain untuk bersaing di puncak klasemen. Meskipun mengalami masa pemulihan yang panjang, semangat dan tekad Marquez tetap tak tergoyahkan.

Sayangnya, cedera tersebut juga berdampak pada musim berikutnya, di mana Marquez terus merasakan dampak fisiknya. Meskipun mencoba keras untuk kembali bersaing di trek, pembalap Repsol Honda ini harus berjuang melawan cedera dan ketidaknyamanan yang terus menerus.

Pembalap Tim Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, mengikuti sesi latihan bebas ketiga MotoGP Grand Prix Andalucia di trek balap Jerez di Jerez de la Frontera pada 25 Juli 2020. (Foto oleh Javier Soriano/AFP—Getty Images

Kejatuhan Marc Marquez bukan hanya sebuah cerita tentang cedera fisik, tetapi juga tentang ketangguhannya dalam menghadapi rintangan dan kembali ke lintasan meskipun menghadapi tantangan besar. Meskipun turun dari puncak, ketabahannya menunjukkan bahwa kisah perjalanan Marc Marquez di MotoGP belum mencapai akhir, dan para penggemar tetap memantau dengan antusias untuk melihat bagaimana ia akan bangkit kembali.

Musim lalu menjadi periode yang penuh tantangan bagi Marc Marquez, yang biasanya dikenal sebagai dominator di lintasan MotoGP. Menunggangi motor Honda, yang sebelumnya membawanya meraih delapan gelar juara dunia, Marquez menghadapi sejumlah kesulitan yang tidak lazim. Musim itu ditandai dengan ketidakmampuannya meraih kemenangan di satu pun seri balapan sepanjang musim.

Prestasinya mencapai puncak ketika dia berhasil mencapai podium ketiga di MotoGP Jepang, menunjukkan bahwa meskipun mengalami tantangan, Marquez masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Namun, keputusan untuk hengkang dari Honda, tim yang telah menjadi rumahnya sejak awal kariernya di MotoGP, menjadi momen penting dalam perjalanan karier pembalap Spanyol ini.

Marc Marquez memilih untuk bergabung dengan Gresini Racing, sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak. Peralihan ke tim baru memberikan harapan dan ekspektasi baru bagi Marquez, serta memberinya kesempatan untuk bekerja dengan lingkungan dan teknis yang berbeda. Pindah ke Gresini Racing juga membawa dampak pada dinamika persaingan di MotoGP, dengan penggemar dan pengamat balap motor dengan antusias menyambut babak baru dalam kariernya.

Dengan peralihan ke Gresini Racing, banyak yang menantikan bagaimana Marc Marquez akan mengatasi tantangan yang dihadapinya, dan apakah dia dapat kembali menunjukkan dominasinya di lintasan MotoGP. Langkah ini juga membuka babak baru dalam perjalanan karier Marc Marquez, dan penggemar balap motor di seluruh dunia menunggu dengan penuh antusias untuk menyaksikan capaian dan prestasinya bersama tim barunya.

Marc Marquez dari Gresini Racing MotoGP berkompetisi pada Tes MotoGP di sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Pablo Morano/Getty Images

Marc Marquez, setelah beralih ke Gresini Racing dan menunggangi motor Ducati untuk MotoGP 2024, menunjukkan sikap realistisnya terhadap tantangan yang dihadapinya. Meskipun memiliki catatan prestisius sebagai juara dunia delapan kali, Marquez tidak ingin bersikap muluk-muluk dan menyadari bahwa level performanya saat ini belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera.

"Saat ini, saya tak berpikir mengenai menyamai rekor itu karena saya jauh dari level saya," ungkap Marquez, memberikan gambaran bahwa pemulihan dan kembali ke puncak performa masih menjadi fokus utamanya. Pernyataan ini mencerminkan kerendahan hati Marquez, yang tidak ingin terjebak dalam ekspektasi tinggi tanpa mempertimbangkan realitas yang dihadapinya.

"Saya tak bisa melakukan pendekatan musim depan seperti itu, 'saya akan mencoba untuk memenangi gelar'. Sudah dua tahun saya tak memenangi satu balapan," tambahnya dengan jujur. Pernyataan ini mencerminkan fakta bahwa pembalap Spanyol itu mengalami periode sulit setelah cedera serius yang memengaruhi performanya.

Dengan statistik yang menunjukkan absennya kemenangan selama dua tahun terakhir, Marc Marquez tidak ingin memberi tekanan berlebih pada dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa pemulihannya adalah prioritas utama, dan melihat ke depan dengan sikap realistis. Meskipun tantangan besar menanti, penggemar dan pencinta MotoGP tetap menantikan kembali kegemilangan The Baby Alien di lintasan.