Valentino Rossi Sempat Jajal F1

Pada tahun 2004, saat Valentino Rossi bersama tim Yamaha di MotoGP, ia menerima tawaran menarik dari Stefano Domenicali, manajer Ferrari di Formula 1.

Pada tahun 2004, saat Valentino Rossi bersama tim Yamaha di MotoGP, ia menerima tawaran menarik dari Stefano Domenicali, manajer Ferrari di Formula 1.

Valentino Rossi mengendarai Mercedes-AMG F1 W08 EQ Power+ saat tes #LH44VR46 di sirkuit Ricardo Tormo Valencia pada 09 Desember 2019 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Valentino Rossi, legenda tak terbantahkan dalam dunia MotoGP, mengungkapkan momen menarik di karirnya saat tim Formula 1 (F1) Minardi menawarkan kesempatan untuk terjun ke ajang balap mobil roda empat. The Doctor, sapaan akrabnya, menceritakan pengalaman ini di mana potensi kerjasama tersebut bahkan membuka peluang bagi promosi ke tim balap F1 ternama, Ferrari.

Meskipun Rossi tetap setia pada lintasan balap motor, tawaran dari tim Minardi memberikan sentuhan unik dalam perjalanan kariernya. Saat itu, langkah menuju dunia Formula 1 menjadi sebuah opsi yang menarik bagi pembalap berbakat asal Italia ini.

Pada masa itu, Minardi, tim F1 yang dikenal sebagai tim pabrikan kecil, menunjukkan ketertarikan terhadap Rossi. Dalam wawancara, The Doctor menceritakan bagaimana tim tersebut menyodorkan tawaran untuk berkompetisi di ajang Formula 1. Meskipun tawaran tersebut cukup menarik, Rossi pada akhirnya memilih untuk tetap fokus dan setia pada MotoGP, dunia di mana ia telah mengukir prestasi luar biasa.

Kisah menarik ini juga membuka jendela potensi untuk Rossi berkolaborasi dengan tim F1 papan atas, Ferrari. Tawaran dari Minardi memberikan The Doctor akses ke dunia balap roda empat dan memunculkan spekulasi tentang kemungkinan pindah ke tim balap legendaris asal Italia, Ferrari. Meskipun akhirnya tidak terwujud, momen ini menciptakan jejak menarik dalam kisah panjang karir Valentino Rossi, yang tetap menjadi ikon di dunia MotoGP.

Pada tahun 2004, ketika Valentino Rossi sedang memperkuat tim Yamaha di dunia MotoGP, cerita menarik lainnya muncul dalam perjalanannya. Stefano Domenicali, yang saat itu menjabat sebagai manajer Ferrari dalam ajang Formula 1, menghubungi The Doctor dengan tawaran yang menggiurkan. Dalam wawancara, Rossi mengungkapkan momen ketika telepon dari Domenicali membuka pintu untuk mencoba mobil F1 Ferrari.

Valentino Rossi terlihat saat sesi balapan Grand Prix sepeda motor Komunitas Valencia MotoGP di Sirkuit Ricardo Tormo. Foto oleh Vicente Vidal Fernandez/Getty Images

"Saat itu benar, pada tahun 2004 ketika saya meraih kemenangan bersama Yamaha, Stefano Domenicali menelepon saya dan mengatakan, 'Saya harus membiarkan Anda menguji mobilnya,'" ujar Rossi.

Tawaran tersebut memberikan Rossi kesempatan langka untuk menguji mobil balap Formula 1 yang prestisius dari tim legendaris, Ferrari. Namun, meskipun potensi berpindah ke dunia F1 terbuka, Rossi pada akhirnya memilih untuk tetap fokus pada lintasan balap motor, tempat di mana ketangguhannya dan kemenangannya telah menciptakan sejarah.

Keputusan untuk tidak melibatkan diri dalam uji coba mobil F1 mungkin menjadi salah satu momen penentu dalam karir Rossi yang menandai loyalitas dan dedikasinya pada balap motor. Meskipun demikian, kisah tentang tawaran menarik dari Ferrari pada tahun 2004 tetap menjadi bagian menarik dalam narasi panjang perjalanan Valentino Rossi dalam dunia balap.

Rossi menceritakan momen ketika dia diundang ke Fiorano untuk menguji mobil Formula 1 milik Ferrari. Hasilnya luar biasa, dengan Rossi mencatat waktu lap yang mengesankan, kurang dari satu menit, yaitu 59,1 detik. Kenangan tersebut menyisakan tanda yang tak terlupakan, dengan mekanik bertaruh tentang apakah Rossi dapat mencapai waktu di atas atau di bawah satu menit, di mana akhirnya Rossi memenangkan taruhan tersebut.

Setelah uji coba tersebut, Rossi mendapat kesempatan kedua untuk menguji mobil Ferrari, kali ini di Valencia. Hasilnya tak kalah mengesankan, dan inilah saat ketika tawaran untuk bergabung dengan dunia Formula 1 muncul. Tim Minardi, tim F1 yang saat itu sedang mencari pembalap baru, memberikan tawaran kepada Rossi.

"Kemudian setelah tes itu, saya pergi ke Mugello. Saya juga melakukan tes di Valencia. Dan di sana saya harus memilih. Jika saya menjawab ya, saya akan balapan dengan Minardi, tim B," cerita Rossi.

Tentu saja, opsi lain yang muncul adalah kesempatan untuk berkompetisi dengan tim utama Ferrari jika Rossi dapat menunjukkan performa yang mengesankan bersama Minardi. Pilihan tersebut memberikan dimensi baru dalam karier balap yang luar biasa dari seorang Valentino Rossi yang, pada akhirnya, memilih untuk tetap setia pada lintasan balap motor yang telah menjadi panggung gemilang bagi prestasinya.

Pilihan ini bukan hanya sekadar berpindah dari satu jenis balap ke jenis lainnya, melainkan bisa menjadi perubahan tak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masa depan tim Minardi. Kehadiran Rossi di ajang F1 diperkirakan akan membawa dampak positif secara finansial, dengan potensi menarik sponsor besar yang dapat mendukung tim tersebut pada musim 2005.

Namun, sayangnya, kesepakatan tersebut tidak terwujud. Kendala pendanaan menjadi momok yang sulit diatasi, dan sebagai akibatnya, tim Minardi harus diakuisisi oleh Red Bull untuk membentuk tim Toro Rosso B. Rossi memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan lintasannya ke F1 dan memutuskan untuk tetap setia pada dunia balap motor, di mana dia telah menjadi legenda dan membanggakan prestasi yang mengesankan.

Valentino Rossi dari Italia dan Tim WRT beraksi pada Tes Rookie WEC di Sirkuit Internasional Bahrain pada 5 November 2023 di Bahrain, Bahrain. Foto oleh James Moy/Getty Images

Pensiunnya Rossi dari MotoGP pada akhir musim 2021 menjadi penutup babak baru dalam kisahnya. Kini, dia menjelajahi tantangan baru dalam dunia balap mobil, bergabung dengan tim WRT di ajang GT World Challenge Europe. Dengan pengalaman yang luas dan prestasi yang luar biasa, Rossi terus menulis bab baru dalam kisah karier balapnya yang menginspirasi.