Wasit Perempuan Pertama di Liga Utama Inggris

Rebecca Welch membuktikan dedikasinya dalam dunia wasit sepak bola, serta tekadnya untuk menghadapi stereotip gender di dunia olahraga.

Rebecca Welch membuktikan dedikasinya dalam dunia wasit sepak bola, serta tekadnya untuk menghadapi stereotip gender di dunia olahraga.

Wasit pertandingan Rebecca Welch selama pertandingan Liga Premier antara Fulham FC dan Burnley FC di Craven Cottage pada 23 Desember 2023 di London, Inggris. Foto oleh Jacques Feeney/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Dalam pertandingan antara Fulham dan Burnley di Liga Utama Inggris, momen bersejarah terjadi dengan kehadiran wasit wanita, Rebecca Welch, yang menjadi tokoh sentral. Momen ini menciptakan catatan penting dalam sejarah sepak bola Inggris, menunjukkan inklusivitas dan perkembangan positif dalam memperluas peran wasit perempuan dalam kompetisi tingkat tertinggi. Welch, dengan keberaniannya, merespons panggilan tugasnya dengan profesionalisme dan membuktikan bahwa kemampuan tidak tergantung pada jenis kelamin.

Di pertandingan yang berlangsung di Craven Cottage pada Sabtu (23/12), Fulham sebagai tuan rumah harus mengakui keunggulan Burnley yang datang bertandang. Meskipun babak pertama berakhir tanpa gol, tim tamu berhasil mencetak dua gol pada paruh kedua pertandingan, membawa pulang tiga poin dari lawatan mereka ke markas Fulham. Hasil ini tentunya menjadi catatan signifikan bagi Burnley dalam perburuan posisi di klasemen sementara Liga Utama Inggris.

Pertandingan ini mencatatkan sejarah baru dalam dunia sepak bola Inggris, di mana Rebecca Welch menjadi wasit perempuan pertama yang memimpin sebuah pertandingan di tingkat tertinggi, yakni Liga Utama Inggris. Keputusan ini menjadi langkah signifikan menuju inklusivitas dan kesetaraan gender dalam sepak bola, membuka pintu bagi peran perempuan dalam posisi kunci dalam dunia wasit sepak bola pria. Welch, dengan pengalamannya yang luas, berhasil menjalankan tugasnya dengan profesionalisme, menegaskan bahwa kemampuan dan keahlian dapat menjadi kriteria utama dalam menentukan siapa yang layak memimpin pertandingan sepak bola.

Wasit pertandingan Rebecca Welch memberikan kartu kuning saat pertandingan Liga Inggris antara Fulham FC dan Burnley FC di Craven Cottage pada 23 Desember 2023 di London, Inggris. Foto oleh Jacques Feeney/Getty Images

Rebecca Welch, yang telah meniti karier sebagai wasit sejak tahun 2010, mencatat prestasi luar biasa dengan menjadi wasit perempuan pertama yang memimpin sebuah pertandingan di tingkat tertinggi, yakni Liga Utama Inggris. Sebelum momen bersejarah ini, Welch telah mengumpulkan pengalaman berharga, termasuk memimpin pertandingan di divisi Championship pada tahun 2021 dan menjadi ofisial keempat dalam pertandingan Liga Utama Inggris sejak November.

Perjalanan karier Welch menunjukkan dedikasinya dalam dunia wasit sepak bola, serta kemauannya untuk menantang stereotip gender yang telah lama menghiasi dunia olahraga. Pencapaiannya yang terus bertambah seiring waktu adalah bukti bahwa kemampuan dan kompetensi seorang wasit tidak terkait dengan jenis kelaminnya, membuka pintu bagi perempuan lainnya untuk mengejar karier di bidang wasit sepak bola profesional.

Sebelum pertandingan antara Fulham dan Burnley dimulai di Craven Cottage, suasana stadion dipenuhi dengan apresiasi dan dukungan dari penonton yang antusias. Momen istimewa terjadi ketika wasit perempuan, Rebecca Welch, melangkah keluar dari terowongan stadion. Publik di Craven Cottage memberikan sambutan yang meriah dengan tepuk tangan meriah, mengakui pencapaian luar biasa Welch sebagai wasit perempuan pertama yang memimpin pertandingan di level tertinggi, yakni Liga Utama Inggris.

Wasit Rebecca Welch memeriksa Connor Roberts dari Burnley selama pertandingan Liga Premier di Craven Cottage, London pada 23 Desember 2023. Foto oleh Bradley Collyer/Getty Images

Tepuk tangan yang membahana tersebut menjadi bentuk dukungan bagi Welch dan juga mewakili semangat inklusivitas serta semangat untuk melibatkan lebih banyak perempuan dalam dunia sepak bola profesional. Momen tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan Welch sebagai seorang wasit, tetapi juga simbol perubahan positif dalam menghadirkan diversitas di dalam lapangan hijau.

Setelah peluit akhir berbunyi, suasana lapangan tidak hanya diwarnai oleh kegembiraan kemenangan Burnley, tetapi juga oleh momen sportivitas yang sangat istimewa. Manajer Burnley, Vincent Kompany, dengan langkah mantapnya, menghampiri Rebecca Welch, wasit perempuan yang baru saja membuat sejarah sebagai wasit pertama yang memimpin pertandingan di Liga Utama Inggris.

Vincent Kompany tampak mengucapkan selamat kepada Welch dengan senyuman penuh penghargaan. Gestur tersebut memberikan kesan bahwa momen bersejarah ini dihargai oleh seluruh elemen yang terlibat dalam pertandingan, tanpa memandang gender atau perbedaan lainnya. Kehadiran Welch sebagai wasit di laga tersebut menjadi bukti bahwa kualitas dan kemampuan seseorang melebihi batasan gender, dan momen saling menghargai ini merupakankesaksian positif bagi inklusivitas dalam dunia sepak bola.

Vincent Kompany, manajer Burnley, tidak ragu untuk mengungkapkan rasa hormat dan ucapan selamatnya terhadap Rebecca Welch setelah pertandingan. Dengan nada hangat, Kompany menyatakan, "Aku ingin memberinya ucapan selamat karena ini merupakan sebuah momen besar." Kompany mengakui bahwa pencapaian Welch menjadi wasit perempuan pertama di Liga Utama Inggris merupakan sesuatu yang luar biasa.

Wasit Rebecca Welch membantu pemain Fulham Andreas Pereira selama pertandingan Liga Premier di Craven Cottage, London pada 23 Desember 2023. Foto oleh Bradley Collyer/Getty Images

Dalam pandangan Kompany, momen bersejarah ini tidak hanya mengenai Welch, tetapi juga tentang terobosan dan kesempatan bagi individu-individu di dunia sepak bola. "Ini merupakan sebuah pencapaian tersendiri dan, mungkin akan ada yang lain, hal yang utama adalah ketika seseorang dinilai berdasarkan kinerjanya," tambahnya dengan tulus. Kompany menggarisbawahi pentingnya menilai seseorang berdasarkan kemampuan dan dedikasinya, tanpa memandang jenis kelamin atau faktor lainnya.

Sebagai seorang profesional sepak bola yang merasakan atmosfer langsung di lapangan, Kompany menyatakan kegembiraannya menjadi bagian dari momen penting ini. Ucapan selamat dan apresiasi yang diberikan oleh Kompany menunjukkan bahwa momen bersejarah ini tidak hanya menjadi capaian pribadi Welch, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam industri sepak bola untuk mengatasi batasan dan menciptakan ruang bagi inklusivitas.