Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan kolom abu teramati dengan warna kelabu hingga cokelat, seperti yang dilaporkan dalam pemantauan terbaru.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan kolom abu teramati dengan warna kelabu hingga cokelat, seperti yang dilaporkan dalam pemantauan terbaru.

Gunung Lewotobi Laki-laki mengeluarkan abu vulkanik terlihat di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (6/1/2024). Foto oleh Antara/Mega Tokan

Oleh Anna Fadiah

Pos Pemantau Gunung Api Lewotobi di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah melaporkan peristiwa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Erupsi tersebut terjadi pada hari Sabtu, dan tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung.

Kejadian ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu terus dipantau oleh pihak berwenang untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya. Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu gunung api yang berada di wilayah tersebut dan merupakan bagian dari cincin api Pasifik yang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas vulkanik tinggi. Pemantauan terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan warga sekitar.

Pada hari Sabtu, pukul 13.21 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali mengalami erupsi. Informasi ini disampaikan oleh Herman Yosef S Mboro, pelapor yang telah membuat laporan terkait peristiwa tersebut. Kejadian ini menambah catatan aktivitas vulkanik di wilayah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan masyarakat setempat.

Gunung Lewotobi Laki-laki, sebagai salah satu gunung api di Nusa Tenggara Timur, terus menjadi fokus pemantauan oleh pihak berwenang dan ahli vulkanologi. Erupsi gunung ini dapat berpotensi mengeluarkan material vulkanik, termasuk abu vulkanik, yang dapat membahayakan lingkungan sekitar dan kesehatan manusia.

Pihak berwenang dan tim ahli vulkanologi lokal terus melakukan pemantauan untuk mengevaluasi tingkat ancaman dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan masyarakat. Erupsi gunung api sering kali dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan mobilitas penduduk di sekitar gunung, sehingga koordinasi dan informasi yang jelas menjadi kunci dalam menangani situasi ini.

Melalui laporan pemantauan, diketahui bahwa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan kolom abu teramati dengan warna kelabu hingga cokelat. Kolom abu ini memiliki intensitas yang tebal dan terarah ke arah barat. Pemantauan ini memberikan gambaran visual tentang aktivitas vulkanik yang terjadi di gunung tersebut.

Tak hanya melalui pengamatan visual, aktivitas erupsi juga tercatat dalam seismogram. Amplitudo maksimum sebesar 47,3 milimeter, dan durasi erupsi mencapai kurang lebih 20 menit. Data ini memberikan informasi tambahan tentang intensitas dan durasi peristiwa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Perlu dicatat bahwa pada saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa gunung api tersebut masih dalam kondisi aktif dan pemantauan terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi. Keselamatan masyarakat setempat menjadi prioritas utama, dan langkah-langkah pencegahan serta evakuasi mungkin diperlukan sesuai dengan perkembangan aktivitas vulkanik yang terus dipantau.

Berlandaskan laporan dan pengamatan yang dilakukan dalam rentang waktu dari pukul 00.00 WITA hingga 06.00 WITA pada Sabtu (6/1), diketahui bahwa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki terus berlanjut selama periode tersebut.

Dalam pengamatan visual, gunung tersebut masih tampak jelas meskipun terdapat kabut dengan ketinggian berkisar antara 0 hingga 11. Selain itu, kondisi kawah gunung menunjukkan tekanan sedang hingga kuat dengan kolom abu yang teramati berwarna putih dan kelabu. Intensitas kolom abu ini tergolong tebal, membentang tinggi sekitar 1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak kawah gunung.

Data ini memberikan gambaran konkret tentang aktifitas erupsi yang berlangsung selama periode tertentu. Keberlanjutan pemantauan menjadi esensial untuk memantau perubahan kondisi dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Pihak berwenang dan tim pemantau terus bekerja untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu terkait dengan situasi gunung api ini.

Selain aktivitas erupsi yang berkelanjutan, pengamatan menyatakan bahwa tinggi kolom asap mencapai 1.500 meter dari pusat erupsi menuju arah barat dan barat daya. Fenomena ini disertai dengan hujan abu tipis hingga sedang di sekitar daerah tersebut. Di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, tercium bau belerang dengan intensitas sedang.

Menghadapi situasi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi penting. Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, serta pengunjung atau wisatawan, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi gunung. Rekomendasi ini juga melibatkan empat kilometer ke arah barat laut utara dan selatan-tenggara dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pesan kepada masyarakat tetap tenang dan mematuhi arahan dari pemerintah daerah, serta untuk tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama, dan pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan evaluasi terkait perkembangan situasi gunung api ini.