Jalur Kereta Api di Cicalengka Kembali Normal

Perbaikan jalur tunggal dimulai pukul 04.13 dan selesai pada pukul 06.30 berkat keuntungan dari kontur tanah datar di sekitar lokasi kecelakaan.

Perbaikan jalur tunggal dimulai pukul 04.13 dan selesai pada pukul 06.30 berkat keuntungan dari kontur tanah datar di sekitar lokasi kecelakaan.

Foto udara ini menunjukkan pemandangan dua kereta api setelah bertabrakan di Cicalengka, provinsi Jawa Barat pada 5 Januari 2024. Foto oleh Timur Matahari/AFP—Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Pada Sabtu, 6 Januari 2024, proses evakuasi di lokasi kecelakaan antara Kereta Api Turangga dan Commuter Line Bandung Raya berhasil diselesaikan. Pukul 06.30, tim evakuasi dan petugas terkait berhasil menyelesaikan tugas mereka, membawa keluar korban, merapikan jalur rel, dan membersihkan sisa-sisa kejadian tragis tersebut.

Dengan selesainya proses evakuasi, jalur kereta api yang sebelumnya terganggu oleh kecelakaan tersebut kini sudah kembali normal. Meskipun normal, jalur ini masih beroperasi dengan kecepatan terbatas untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api dan meminimalkan risiko potensial. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan ekstra untuk memastikan keselamatan selama pemulihan pasca-kecelakaan.

Kembali normalnya jalur kereta api memberikan sedikit lega dalam upaya pemulihan setelah tragedi yang terjadi pada Jumat pagi sebelumnya. Meskipun demikian, dampak emosional dan fisik dari kecelakaan ini mungkin masih dirasakan oleh korban, keluarga, dan masyarakat yang terkena dampak. Pihak terkait diharapkan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, baik secara medis maupun psikologis.

Sabtu pagi, Joni Martinus, Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI), memberikan penjelasan terkait progres perbaikan jalur tunggal pasca-kecelakaan antara Kereta Api Turangga dan Commuter Line Bandung Raya. Menurut Joni, tim perbaikan berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan cepat dan efisien.

Proses perbaikan jalur tunggal dimulai pada pukul 04.13, dan selesai dalam waktu relatif singkat, yaitu pukul 06.30. Keuntungan dari kontur tanah yang datar di sekitar lokasi kecelakaan turut mempermudah tim dalam melakukan perbaikan. Joni menjelaskan bahwa mulai pukul 06.30 pada hari Sabtu, petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka sudah bersih dan steril dari reruntuhan kecelakaan, memungkinkan jalur tersebut kembali dapat dilalui oleh kereta api.

Meskipun jalur sudah dapat digunakan, namun KAI tetap menerapkan kebijakan keamanan dengan memberlakukan batasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta dan mengurangi risiko potensial yang mungkin timbul akibat dampak pasca-kecelakaan. Keputusan ini mencerminkan komitmen KAI dalam memberikan prioritas tertinggi pada keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api.

Evakuasi pada Jumat (5/1/2024) yang melibatkan lebih dari 200 personel dari berbagai lembaga, termasuk KAI, KAI Commuter, Kementerian Perhubungan, dan Basarnas, telah berhasil. Tim evakuasi didukung oleh dua crane, enam dongkrak elektrik, dan peralatan pendukung lainnya untuk menangani kecelakaan yang melibatkan KA Turangga dan KA Lokal Commuter Line Bandung Raya.

Dalam proses perbaikan jalur, tim menggunakan 100 bantalan rel untuk memastikan kestabilan dan keamanan lintasan. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat normalisasi jalur rel antara Haurpugur-Cicalengka yang terdampak oleh kecelakaan tersebut.

Seiring dengan selesainya proses perbaikan, kereta pertama yang melintasi jalur tersebut adalah KA Cikuray 267 dengan rute Garut-Pasarsenen pada pukul 08.56. Joni Martinus menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya normalisasi jalur rel, mengakui kerjasama lintas lembaga dan kerja keras tim evakuasi.

Namun, KAI tidak berhenti pada tahap tersebut. Joni menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah memperkuat tubuh jalan rel. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kereta dapat beroperasi kembali dengan kecepatan normal, memastikan keselamatan penumpang, dan meminimalkan dampak terhadap layanan perkeretaapian. Tindakan proaktif ini mencerminkan komitmen KAI untuk memastikan bahwa segala upaya telah dilakukan demi keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api di masa mendatang.

Hingga Sabtu pukul 10.00, jalur kereta api antara Haurpugur dan Cicalengka telah kembali beroperasi dengan aman. Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 2, Ayep Hanapi, mengonfirmasi bahwa tiga kereta jarak jauh, yakni KA Cikuray, KA Lodaya, dan KA Argo Wilis, telah berhasil melintasi jalur tersebut.

Keamanan jalur tersebut dinyatakan pulih pada pukul 06.30 setelah proses evakuasi dan perbaikan yang melibatkan tim teknis KAI. Ayep Hanapi menjelaskan bahwa dalam proses perbaikan, sekitar 30 bantalan beton telah diganti, penambat rel diperbarui, dan perbaikan geometri dilakukan untuk memastikan keamanan jalur kereta api.

Meskipun jalur telah dinyatakan aman, PT KAI terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan lebih lanjut. Proses ini mencakup penggantian bantalan beton, penambat rel, dan pemeriksaan geometri secara menyeluruh. Dengan langkah-langkah ini, PT KAI berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan operasional dan keselamatan penumpang dalam perjalanan kereta api di wilayah tersebut.