Karakter Pedro Acosta Mirip Marquez

Kemampuan mengendarai motor penuh kepercayaan membuat Pedro Acosta menjadi bintang muda yang diprediksi akan menorehkan prestasi gemilang di MotoGP.

Kemampuan mengendarai motor penuh kepercayaan membuat Pedro Acosta menjadi bintang muda yang diprediksi akan menorehkan prestasi gemilang di MotoGP.

Pedro Acosta dari GasGas Factory Racing Tech 3 berkompetisi pada Tes MotoGP di sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Pablo Morano/Getty Images

Oleh Enjang Pramudita

Pedro Acosta menjadi sorotan di dunia MotoGP sebagai calon juara dunia yang menjanjikan, dan kehadirannya di musim 2024 dinantikan oleh pecinta balap motor. Pebalap berbakat asal Spanyol ini telah menarik perhatian banyak penggemar dan pengamat balap sejak debutnya di ajang balap dunia.

Acosta, yang lahir pada 25 Februari 2004, telah menunjukkan bakatnya yang luar biasa dalam balapan motor. Prestasinya yang mencolok terlihat ketika dia menjadi Juara Dunia Moto3 pada musim debutnya di kelas tersebut, tepatnya pada tahun 2021. Keberhasilan ini menjadikannya pembalap muda yang sangat menjanjikan dan memperoleh tempat di tim papan atas.

Kemampuan mengendarai motornya dengan penuh kepercayaan dan kematangan di lintasan membuat Acosta menjadi bintang muda yang diprediksi akan menorehkan prestasi gemilang di masa depan MotoGP. Kepintarannya dalam strategi balapan dan kemampuan adaptasinya yang cepat membuatnya menjadi pembalap yang patut diwaspadai oleh para pesaingnya.

Seiring dengan kehadirannya di musim 2024, banyak yang menantikan bagaimana Pedro Acosta akan bersaing dengan para pembalap berpengalaman di lintasan MotoGP. Apakah dia akan mampu mengukir prestasi mengesankan sebagaimana yang dia tunjukkan di kelas-kelas sebelumnya? Pertanyaan tersebut menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar balap motor yang selalu mencari talenta baru yang dapat memberikan warna baru dan persaingan ketat di ajang MotoGP.

Pedro Acosta telah membuktikan kemampuannya yang luar biasa dengan meraih gelar juara dunia di kelas ringan Moto3 pada musim 2021 dan melanjutkannya dengan keberhasilan di kelas Moto2 pada musim 2023. Prestasi gemilang ini menjadi pijakan bagi langkah selanjutnya dalam kariernya yang menjanjikan di jagat MotoGP.

Pembalap Moto2 Pedro Acosta dari Spanyol dan Red Bull KTM Ajo merayakan posisi keduanya dan perebutan gelar di podium pada balapan Grand Prix Petronas MotoGP di Sirkuit Sepang pada 12 November 2023 di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto oleh Steve Wobser/Getty Images

Pada usia yang masih 19 tahun, Acosta telah mendapatkan kesempatan untuk mengukir namanya di kelas tertinggi, MotoGP, dengan bergabung bersama tim Tech3 GasGas pada musim 2024. Pilihan ini menegaskan keyakinan bahwa Acosta adalah pembalap muda yang memiliki potensi besar untuk merajai Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Beberapa kemiripan antara Pedro Acosta dan legenda MotoGP, Marc Marquez, tidak luput dari perhatian pengamat balap, termasuk bos tim Aki Ajo. Ajo, yang telah membimbing kedua pembalap ini menuju kesuksesan, menyatakan bahwa keduanya menunjukkan kedewasaan yang luar biasa sejak usia muda.

"Sulit untuk membandingkannya secara langsung, namun, ada kesamaan yang sudah terlihat sejak usia dini," ungkap Aki Ajo dalam wawancaranya dengan Marca. "Mereka sangat dewasa, seperti orang dewasa. Saat Marc berumur 17 tahun, saya seperti sedang berbincang dengan pria berusia 35 tahun. Saya dapat mengatakan hal yang sama tentang Pedro," tambahnya.

Ajo, yang telah membantu Marc Marquez meraih gelar juara dunia kelas 125cc pada 2010, kini menemukan potensi serupa dalam Pedro Acosta. Dengan pengalamannya yang luas sebagai bos tim, Ajo optimis bahwa Acosta memiliki kapasitas untuk mencetak sejarah baru dalam MotoGP, melanjutkan tradisi kesuksesan yang telah diukir oleh Marquez sebelumnya.

Prestasi luar biasa Pedro Acosta tidak hanya membuatnya menjadi sorotan utama dalam dunia balap motor, tetapi juga memicu apresiasi yang mendalam dari pabrikan sepeda motor, KTM. Kesuksesan Acosta di Moto3 dan Moto2 tidak hanya menciptakan kehebohan, tetapi juga membuka peluang baru di MotoGP.

KTM memutuskan untuk memberikan tempat istimewa bagi Acosta di tim Tech3 GASGAS, menggantikan Pol Espargaro. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan dan penghargaan tinggi terhadap bakat luar biasa yang dimiliki oleh pembalap muda asal Spanyol tersebut. Dengan langkah ini, KTM secara jelas menyatakan bahwa Acosta adalah bagian integral dari rencana masa depan mereka di arena MotoGP.

ACOSTA Pedro (PAco) dari SPA di Red Bull KTM Ajo KALEX saat MotoGP Australia di Sirkuit Grand Prix Phillip Island pada 21 Oktober 2023 di Melbourne, Australia. Foto oleh Santanu Banik/Getty Images

Ekspektasi terhadap Acosta di musim mendatang melonjak tinggi, terutama mengingat peningkatan statusnya dari seorang rookie. Meskipun masih terlalu dini untuk membuat prediksi yang pasti, banyak pihak di dunia balap melihat potensi besar dalam perjalanan karier Acosta. Ajo, bos tim yang telah membimbingnya, menilai bahwa Acosta memiliki peluang besar untuk mencapai kesuksesan besar di kelas tertinggi balap motor.

"Masih terlalu dini untuk mengatakannya. Kita harus melihat bagaimana dia beradaptasi. Tapi saya pikir dia punya peluang besar karena sudah lama terlihat memiliki sesuatu yang istimewa," ungkap Ajo, mencerminkan harapan yang tinggi terhadap penampilan gemilang Acosta di MotoGP 2024.

Aki Ajo, sosok di balik kesuksesan pembalap-pembalap besar MotoGP seperti Marc Marquez, telah menjadi saksi langsung perkembangan Pedro Acosta. Memiliki reputasi sebagai talent scout ulung, Ajo melihat bahwa Acosta bukanlah pembalap biasa. Acosta, yang telah dikembangkan oleh Ajo dari kategori yang lebih rendah, mencuri perhatian dunia balap motor dengan prestasinya yang gemilang.

"Dia benar-benar unik. Bagi saya, yang lebih istimewa dari Pedro adalah bagaimana dia tetap tenang secara mental. Dia melakukan kesalahan, tapi tidak menganggapnya masalah dan belajar dari itu," ungkap Ajo, menggambarkan karakteristik khusus yang dimiliki oleh Acosta. Mental yang kuat dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan adalah faktor-faktor kunci yang membuat Acosta berdiri di antara para pembalap muda lainnya.

Pedro Acosta dari Spanyol dan Red Bull KTM Ajo memimpin balapan selama MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada 17 November 2023 di Doha, Qatar. Foto oleh Mirco Lazzari gp/Getty Images

Ajo tidak ragu-ragu menyatakan keyakinannya bahwa Acosta memiliki peluang besar untuk mengejar karier cemerlang di MotoGP. Pemahaman Acosta terhadap perlunya belajar di kategori baru dan memberikan waktu untuk berkembang menjadi poin penting yang ditekankan oleh Ajo. Dengan kata lain, Ajo meyakini bahwa Acosta memiliki fondasi yang kuat untuk meraih sukses di kelas tertinggi balap motor.

"Dia punya peluang besar memiliki karier yang sangat-sangat bagus di MotoGP. Dia paham harus belajar di kategori baru dan memberinya waktu untuk berkembang," pungkas Ajo, mencerminkan harapannya terhadap masa depan yang cerah bagi Pedro Acosta di panggung MotoGP.