Marc Marquez Bikin Pusing Bos Ducati

Kedatangan Marc Marquez membuka peluang bagi Ducati untuk mengembangkan kemajuan lebih lanjut di sektor motor mereka.

Kedatangan Marc Marquez membuka peluang bagi Ducati untuk mengembangkan kemajuan lebih lanjut di sektor motor mereka.

Marc Marquez dari Gresini Racing MotoGP berkompetisi pada Tes MotoGP di sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Pablo Morano/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Sebelum dimulainya musim MotoGP 2024, Marc Marquez sudah mencuri perhatian sebagai potensi jagoan baru bagi tim Ducati. Paolo Ciabatti, yang menjabat sebagai Sporting Director Ducati, dengan yakin mengakui bahwa kehadiran Marquez bisa menjadi tantangan ekstra yang membuat mereka harus bekerja lebih keras. Marquez, seolah-olah menjadi ancaman yang belum terwujud, menciptakan antusiasme dan kekhawatiran di kalangan pecinta MotoGP. Sebagai sosok yang telah meraih sukses besar di musim-musim sebelumnya, dominasi Marquez bersama Honda membuatnya menjadi sorotan utama sebelum roda pertama pun berputar di musim baru ini. Ducati, dengan segala prestasinya, kini dihadapkan pada ekspektasi yang semakin tinggi dengan kehadiran pembalap Spanyol tersebut. Musim depan diprediksi akan menjadi panggung pertarungan sengit antara Marquez dan para pesaingnya, dan para penggemar tak sabar menanti bagaimana kisah seru ini akan berkembang.

Dalam beberapa tahun belakangan, Ducati telah menjadi kekuatan dominan di arena MotoGP. Mereka berhasil menaklukkan lintasan dengan delapan motor yang memikat, meraih gelar juara dunia dua kali berturut-turut. Prestasi cemerlang ini tidak hanya mencakup keberhasilan tim secara keseluruhan, tetapi juga menyoroti ketangguhan individu, dengan tiga pebalap teratas berasal dari bengkel Borgo Panigale. Ducati telah menciptakan sebuah era kejayaan yang menandai supremasinya di kancah balap motor paling bergengsi ini. Pencapaian luar biasa ini tidak hanya mengukir sejarah bagi Ducati, tetapi juga menjadikan mereka sorotan utama di mata para penggemar MotoGP di seluruh dunia.

Dengan kedatangan Marc Marquez, membuka peluang bagi Ducati untuk mengembangkan kemajuan lebih lanjut pada sektor motor mereka. Namun, seperti dua sisi mata uang, kehadiran Marquez juga berpotensi menambah kompleksitas dan intensitas persaingan di dalam tim. Paolo Ciabatti, sebagai Sporting Director Ducati, mendapati dirinya terjebak dalam dilema yang memusingkan. Sementara di satu sisi, harapan terhadap kontribusi Marquez untuk pengembangan motor menjadi sorotan positif, di sisi lain, kehadirannya mungkin membawa ketegangan internal dan peningkatan persaingan di antara pebalap Ducati. Kehadiran Marquez bukan hanya sebagai tambahan kekuatan, tetapi juga sebagai faktor yang mungkin memicu dinamika baru di dalam kubu Ducati, menambah kekompleksan dalam pengambilan keputusan dan strategi tim. Ciabatti, sebagai pemangku kepentingan utama, kini dihadapkan pada tugas yang tidak ringan untuk mengelola dinamika tim dan memastikan bahwa potensi positif dari kehadiran Marquez benar-benar dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan keseimbangan dan harmoni internal tim.

Dalam dua musim terakhir, Pecco Bagnaia merasakan tekanan yang tak terelakkan dari tim Ducati. Pada musim 2022, dia harus menghadapi perlawanan sengit dari rekan setimnya, Enea Bastianini. Tantangan ini menjadi ujian bagi ketangguhan Bagnaia di lintasan. Memasuki musim 2023, Pecco tidak bisa bernafas lega karena kali ini Jorge Martin mengejar ketertinggalannya. Meskipun musim ini terasa penuh tekanan, Bagnaia berhasil mengatasi semua rintangan dan keluar sebagai juara dunia MotoGP.

Dalam merespons musim yang intens ini, Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati, menyampaikan pandangannya. Dia mengakui bahwa kehadiran Marc Marquez mungkin akan menambah kerumitan dalam tim. Pasalnya, harus mengelola situasi yang kompleks, terutama dengan kepribadian kuat yang dimiliki Bagnaia dan Martin. Ciabatti menyadari bahwa tim Ducati memiliki banyak pekerjaan di depan mereka untuk menjaga harmoni internal. Meski demikian, dia juga menyoroti bahwa kehadiran Marquez akan menambah daya tarik pertunjukan, mengingat potensi bersaing dari sejumlah pebalap yang mampu berjuang untuk meraih kemenangan. Dinamika internal tim dan persaingan yang semakin ketat di MotoGP memberikan tantangan dan peluang baru bagi Ducati dalam menjaga dominasinya di lintasan.

Diketahui bahwa kekayaan pengalaman yang dimiliki oleh Marc Marquez diyakini memberikan banyak manfaat bagi tim Ducati. Keberadaan pembalap yang telah meraih gelar juara dunia sebanyak 8 kali itu dianggap sebagai suatu keberuntungan besar bagi pabrikan MotoGP tersebut. Yang membuatnya semakin menarik adalah keputusan Marquez untuk meninggalkan Honda, rela mengorbankan gaji besar dan dukungan penuh dari tim pabrikan sebelumnya.

Tidak hanya sekadar statistik kemenangan, senyum Marquez setelah menjalani tes pertama memberikan kesan positif kepada semua pihak. Bahkan, saat dia berhasil melakukannya tanpa memaksakan diri secara maksimal, kesan positif itu semakin terpancar. Keyakinan muncul bahwa di tahun mendatang, kejuaraan MotoGP akan menjadi lebih seimbang, dan Marquez akan menjadi salah satu protagonis utama. Antusiasme terhadap perubahan dinamika balap yang lebih merata dan persaingan yang semakin ketat semakin berkembang, dan Marquez diyakini akan menjadi elemen kunci dalam menentukan arah kejuaraan. Semua ini menambahkan dimensi baru pada ekspektasi dan kegembiraan para penggemar MotoGP.

Mengenai kemungkinan Marc Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati, pihak tim masih bersikap hati-hati dalam memberikan komentar. Mereka menyatakan bahwa saat ini belum ada banyak yang dapat diungkapkan, dan mereka lebih memilih untuk menilai performa Marquez di lintasan terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan lebih lanjut. Ducati tampaknya ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada prestasi aktual pembalap tersebut.

Tidak hanya itu, Ducati juga menegaskan bahwa tidak akan ada kontrak senilai jutaan dolar seperti yang pernah dilakukan Honda untuk Marquez sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa Ducati menerapkan pendekatan yang lebih hati-hati dalam hal kesepakatan kontrak finansial, dan mereka tampaknya tidak ingin terjebak dalam kewajiban keuangan yang besar seperti sebelumnya.

Paolo Ciabatti, Sporting Director Ducati, menekankan bahwa kemungkinan besar salah satu dari dua pembalap pabrikan mereka adalah Francesco Bagnaia. Namun, terkait dengan Marc Marquez, keputusan akan diambil berdasarkan hasil dan perspektif Ducati saat ini. Dengan tegas, Ciabatti menyampaikan bahwa era kontrak senilai jutaan dolar telah berakhir bagi Ducati. Semua pernyataan ini menunjukkan bahwa Ducati mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dan realistis dalam mengelola kontrak dan pemilihan pembalap untuk masa depan.