Marc Marquez Rela Lepas Gaji Besar Demi Pindah ke Ducati

Honda mencapai puncak pertautan emosional dengan pembalap andalannya, Marc Marquez, dengan memberikan gaji fantastis sekitar 20 juta Euro per tahun, s

Honda mencapai puncak pertautan emosional dengan pembalap andalannya, Marc Marquez, dengan memberikan gaji fantastis sekitar 20 juta Euro per tahun, setara dengan Rp336 miliar.

Marc Marquez menghadiri konferensi pers Alex Marquez dan Marc Marquez dari Estrella Galicia 0,0 di Phygital Hub pada 10 Januari 2024 di Madrid, Spanyol. Foto oleh Oscar J. Barroso/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Manajer Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta menarik terkait kepindahan Marc Marquez ke tim Gresini Racing. Dall’Igna menjelaskan bahwa sebenarnya Marquez yang lebih dulu mengambil inisiatif untuk mendekati tim tersebut. Keputusan Marquez ini melibatkan pengorbanan yang cukup besar, termasuk melepaskan gaji tinggi dan motor pabrikan yang selama ini ia dapatkan bersama Repsol Honda. Langkah ini menunjukkan komitmen dan keinginan Marquez untuk menjalani babak baru dalam karir balapnya, meskipun dengan kompromi yang signifikan.

Sebagaimana yang telah diberitakan, kepergian Marc Marquez dari Repsol Honda setelah 11 musim menorehkan prestasi luar biasa bersama tim MotoGP menjadi salah satu peristiwa mencolok. Dominasinya tergambar jelas dengan raihan enam gelar juara kelas utama dari tujuh musim pertamanya, menggambarkan sejauh mana superioritas pasangan pembalap asal Spanyol ini dan kontribusinya yang signifikan bagi tim pabrikan Jepang tersebut. Prestasi Marquez menciptakan jejak sejarah yang sulit untuk diulangi, dan keputusannya untuk melanjutkan perjalanan balapnya di luar Repsol Honda menandai babak baru dalam kariernya yang penuh prestasi.

Pertautan emosional antara Honda dan pembalap andalannya, The Baby Alien atau Marc Marquez, mencapai puncaknya ketika Honda memberikan gaji fantastis sebesar 20 juta Euro atau sekitar Rp336 miliar per tahun. Besarnya bayaran tersebut menjadikan Marquez sebagai pembalap MotoGP dengan penghasilan tertinggi.

Namun, cinta ini mengalami perubahan ketika Marquez mengambil keputusan mengejutkan untuk meninggalkan Honda dan beralih ke Gresini Racing pada musim MotoGP 2024. Keputusan ini muncul dari keinginan Marquez untuk kembali tampil kompetitif. Beberapa musim terakhir, Marquez merasakan kurangnya dukungan dari Honda dengan motor yang mumpuni untuk bersaing di puncak klasemen. Langkah menuju Gresini Racing mencerminkan tekadnya untuk mengejar prestasi baru dan tantangan baru dalam lintasan balap.

Ketika berita mengenai keputusan Marc Marquez untuk bergabung dengan tim independen Ducati pertama kali mencuat, banyak yang terkejut. Pasalnya, laporan menyebutkan bahwa Marquez akan menerima bayaran yang jauh di bawah angka yang ia terima ketika masih berada di bawah bendera Honda. Hal yang menarik perhatian lainnya adalah fakta bahwa pembalap hebat ini akan menggunakan motor dengan spesifikasi yang lebih lama daripada pembalap tim pabrikan Ducati dan Pramac Ducati.

Keputusan Marquez ini menandai perubahan besar dalam dinamika kontrak dan prioritasnya. Meskipun ditawarkan dengan kondisi yang mungkin dianggap kurang menguntungkan, langkah ini menunjukkan tekadnya untuk mencari tantangan baru dan menghadapi situasi yang berbeda, memilih prestasi dan pengalaman baru daripada kenyamanan finansial semata.

Gigi Dall’Igna membuka tirai atas langkah mengejutkan Marc Marquez bergabung dengan Ducati, mengungkap bahwa semua ini merupakan inisiatif pribadi Marquez. Ternyata, Marquez yang lebih dulu mendekati Ducati, bukan sebaliknya. Dall’Igna menjelaskan bahwa keputusan besar ini berasal dari Marquez sendiri, yang rela melepaskan motor pabrikan dan gaji besar yang selama ini ia terima. Bahkan, Marquez bersedia mencoba mengendarai motor yang sebenarnya belum pernah ia ketahui sebelumnya, percaya bahwa motor tersebut memiliki karakteristik yang lebih baik daripada yang pernah ia kendarai sebelumnya.

Dall’Igna menegaskan, "Jika ada yang memulai ini (kepindahan Marquez ke Ducati), pastilah Marquez. Karena dialah yang memutuskan untuk merelakan motor pabrikan, merelakan gaji yang besar, mencoba mengendarai sepeda motor yang sebenarnya dia sendiri tidak mengetahuinya, dan baginya mempunyai ciri yang lebih baik dari motor yang dikendarainya sebelumnya." Dengan tegas, manajer Ducati Corse tersebut menunjukkan bahwa inisiatif sepenuhnya berasal dari Marquez.

Dalam pengembangan lebih lanjut, Gigi Dall’Igna mengungkapkan bahwa ketika juara dunia delapan kali, Marc Marquez, menyatakan keinginannya untuk pindah ke Tim Gresini, dia berbagi informasi tersebut dengan tiga tim lain yang menggunakan motor Ducati. Proses ini menciptakan suasana transparan di antara mereka, di mana tidak ada yang disembunyikan atau ditutup-tutupi untuk menyambut kehadiran Marquez.

“Seperti halnya dengan semua pembalap Ducati, saya mengetahuinya pada Agustus tahun lalu ketika Marquez menyatakan niatnya untuk balapan bersama Tim Gresini," ungkap Dall'Igna. "Kemudian Gresini memberi tahu kami, dan dari situ semua yang Anda ketahui terjadi. Saya harus mengatakan kami benar-benar transparan mengenai hal ini,” tambah manajer Ducati Corse asal Italia itu.

Dengan adanya komunikasi terbuka dan kejujuran di antara tim-tim yang terlibat, proses kepindahan Marc Marquez ke Gresini Racing berlangsung dengan lancar, menciptakan fondasi yang kuat untuk kolaborasi di musim balapan yang akan datang.

Antisipasi terhadap perjalanan Marc Marquez bersama Gresini Racing pada MotoGP 2024 semakin memuncak. Kehadirannya di tim ini menciptakan ekspektasi tinggi, mengingat keberaniannya untuk mempertaruhkan segalanya demi kembali merasakan sensasi tampil kompetitif. Langkahnya yang berani meninggalkan Repsol Honda, gaji besar, dan motor pabrikan menunjukkan tekadnya untuk mencari tantangan baru dan mengejar prestasi di lintasan balap.

Semua mata tertuju pada bagaimana Marquez akan beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama dengan motor Ducati yang memiliki karakteristik berbeda. Pergeseran ini menjadi ujian sekaligus peluang bagi Marquez untuk membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pembalap papan atas di MotoGP. Antusiasme dan rasa penasaran mengitari langkah selanjutnya dari pembalap hebat ini, yang kini siap mengukir babak baru dalam karirnya bersama Gresini Racing.