Marco Bezzecchi Setia di Tim Rossi

Marco Bezzecchi memilih setia dengan VR46 Racing dan tidak pindah ke Pramac Ducati bukan hanya keputusan pribadi, melainkan sesuai keinginan timnya.

Marco Bezzecchi memilih setia dengan VR46 Racing dan tidak pindah ke Pramac Ducati bukan hanya keputusan pribadi, melainkan sesuai keinginan timnya.

Valentino Rossi berbicara dengan Marco Bezzecchi dari Italia dan Mooney VR46 Racing Team saat Kualifikasi MotoGP Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Sirkuit Ricardo Tormo pada 25 November 2023 di Valencia, Spanyol. (Foto oleh Steve Wobser/Getty Images)

Oleh Enjang Pramudita

Marco Bezzecchi baru-baru ini memutuskan untuk tidak pindah ke tim Pramac Ducati di musim MotoGP 2024. Pembalap Italia ini membuka pintu evaluasi dan pertimbangan dalam membuat keputusan tersebut. Setelah melalui serangkaian pertimbangan, Bezzecchi merasa bahwa mempertahankan posisinya di tim VR46 Racing adalah langkah yang lebih tepat.

Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk hubungan kerja yang telah terjalin dengan tim VR46 Racing, serta prospek masa depan yang mereka tawarkan. Bezzecchi, dengan pengalamannya di kelas Moto2 dan langkahnya menuju MotoGP, memilih untuk tetap setia pada tim yang mungkin telah memberikan dukungan dan lingkungan yang diperlukan dalam perkembangannya sebagai pembalap. Hal ini juga bisa mencerminkan rasa loyalitas Bezzecchi terhadap tim yang telah menjadi bagian penting dari karir balapnya.

Marco Bezzecchi menunjukkan peningkatan performa yang signifikan di musim MotoGP 2023, menandai tahun keduanya dalam kelas utama balap motor terkemuka ini. Prestasinya terlihat dari pencapaiannya di klasemen akhir, di mana dia berhasil finis di posisi ketiga. Bezzecchi mengumpulkan total 329 poin, mencerminkan konsistensi dan kemampuannya bersaing di level tertinggi motorsport.

Dalam perjalanan musim tersebut, Bezzecchi mencatat tiga kemenangan yang membanggakan, menambahkannya ke dalam daftar prestasi podiumnya yang mencapai tujuh kali selama 20 seri balapan utama. Pencapaiannya ini tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di MotoGP, tetapi juga menjadi dasar kuat bagi pertimbangan dan opsi masa depannya di jagat balap motor.

Marco Bezzecchi dari Italia dan Mooney VR46 Racing Team. saat balapan Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Sirkuit Ricardo Tormo pada 26 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Eric Alonso/Getty Images

Marco Bezzecchi, dengan penampilan apiknya di MotoGP 2023, berhasil menarik perhatian tim Pramac Ducati. Proyeksi perannya sebagai pengganti Johann Zarco yang pindah ke LCR Honda di musim 2024 tampaknya menjadi suatu realitas yang mungkin. Pramac Ducati melihat potensi besar dalam kemampuan balap Bezzecchi dan berencana untuk mengontraknya.

Meskipun demikian, setelah melalui berbagai pertimbangan, Bezzecchi akhirnya memutuskan untuk tetap setia bersama tim VR46 Racing. Keputusannya ini datang di tengah-tengah perubahan sponsor tim, yang kini beralih dari Mooney ke Pertamina Enduro di musim MotoGP 2024.

Pramac Ducati ternyata berpaling dan memilih untuk merekrut Franco Morbidelli dari Monster Energy Yamaha sebagai rekan setim Jorge Martin untuk mengisi posisi yang sempat menjadi potensi bagi Bezzecchi. Keputusan Bezzecchi untuk tetap bersama VR46 Racing menunjukkan loyalitasnya terhadap tim serta keyakinannya terhadap proyek dan perjalanan mereka di kejuaraan balap motor dunia.

Marco Bezzecchi membagikan pemikiran di balik keputusannya untuk tetap berada di bawah bendera tim VR46 Racing yang dimiliki oleh legenda balap Valentino Rossi. Keputusan ini, menurut Bezzecchi, bukanlah semata-mata berdasarkan dorongan emosional, melainkan merupakan hasil pertimbangan hati dan akal sehat yang matang.

"Saya selalu memprioritaskan apa yang membuat saya merasa baik. Namun, ini bukan semata-mata keputusan emosional. Ada pertimbangan rasional di balik ini. Saya, karena saya mengenal diri saya sendiri dengan baik, telah membuat keputusan yang saya yakini sebagai yang terbaik bagi diri saya sendiri. Saya memikirkan apa yang dapat memberikan keuntungan terbesar bagi perkembangan saya," ungkap Bezzecchi seperti dilansir dari Speedweek pada Selasa (2/1/2024).

Dia menyadari bahwa di MotoGP, kecepatan dan adaptasi yang cepat menjadi kunci kesuksesan. Dengan mencoba berbagai pendekatan dan mempertimbangkan kemampuannya sendiri, Bezzecchi ingin memastikan bahwa keputusannya dapat membantunya mencapai kecepatan yang diperlukan dalam waktu singkat, sesuai dengan tuntutan persaingan di dunia balap motor kelas atas ini.

Keputusan Marco Bezzecchi untuk tetap berada di bawah bendera VR46 Racing dan tidak pindah ke Pramac Ducati ternyata bukan semata-mata karena keinginan timnya. Kabarnya, tim tidak bersedia melepaskannya ke tim satelit dan hanya mau melepaskannya jika dia pindah ke tim pabrikan, sebagaimana yang dilakukan oleh rekan setimnya, Luca Marini, yang akan bergabung dengan Repsol Honda di musim mendatang.

Meskipun tertarik untuk bergabung dengan Pramac Ducati agar dapat mengendarai Desmosedici spek terbaru di MotoGP 2024, Bezzecchi memilih untuk bertahan di VR46 Racing. Hal ini karena, selama di Pertamina Enduro VR46 Racing, dia hanya akan diberikan motor spek lama oleh Ducati. Ducati hanya dapat menurunkan empat motor spek terbaru, yang seluruhnya sudah diberikan kepada tim pabrikan, Ducati Lenovo, dan Pramac Ducati.

Meskipun memiliki keinginan untuk memiliki motor teranyar, Bezzecchi mengambil keputusan untuk tetap bertahan dengan timnya saat ini, yang dianggapnya sebagai keputusan hati yang sesuai dengan pertimbangannya.