NOAH Pamit

Sempat berganti nama dari Peterpan menjadi NOAH, esensi musikal grup ini tetap terjaga dan semakin matang meskipun pada akhirnya harus pamit.

Sempat berganti nama dari Peterpan menjadi NOAH, esensi musikal grup ini tetap terjaga dan semakin matang meskipun pada akhirnya harus pamit.

Grup musik Noah tampil membawakan hits-nya pada acara Jakarta Concert Week 2023 di JCC Senayan, Jakarta, pada 16 Maret 2023. Foto oleh Antara/M Risyal Hidayat

Oleh Enjang Pramudita

Masuk ke tahun 2024, tanpa diduga, grup band NOAH mengambil keputusan mengejutkan dengan mengumumkan pamit dari panggung industri musik Indonesia. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi mereka di Instagram, @noah_site, menciptakan gelombang kejutan dan perbincangan di kalangan penggemar dan pecinta musik Tanah Air.

Keputusan ini tentu menjadi berita mengejutkan bagi banyak orang, terutama mengingat perjalanan panjang dan kontribusi besar yang telah diberikan oleh NOAH dalam dunia musik Indonesia. Sebagai salah satu band terkemuka, mereka telah menyajikan karya-karya musikal yang penuh perasaan dan mendalam, mengukir jejak sukses sepanjang kariernya.

Pengumuman tersebut menciptakan rasa penasaran di kalangan penggemar, yang segera mencari tahu alasan di balik keputusan mengejutkan ini. Apakah ini merupakan langkah untuk fokus pada proyek musik baru, ataukah ada pertimbangan lain yang memotivasi keputusan ini?

NOAH telah menjadi ikon dalam industri musik Indonesia, dan pamitan mereka meninggalkan tanda tanya besar di benak penggemar setia mereka. Bagaimanapun, apapun alasan di balik keputusan ini, satu hal yang pasti, adalah bahwa karya-karya dan jejak NOAH akan terus menggema dalam ingatan para penggemarnya, menciptakan warisan yang tak terlupakan di dunia musik Indonesia.

Melalui unggahan yang penuh emosi, NOAH memberikan pengumuman mengejutkan tentang kepulangan mereka dari panggung industri musik Indonesia. Dalam pesan tersebut, mereka tidak hanya menyampaikan keputusan untuk berpamitan, tetapi juga membagikan ungkapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan mereka.

Saat mengucapkan pamit, NOAH tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Sahabat Noah, label Musica Studios, dan Indrawati Widjaja (Ibu Acin). Ungkapan terima kasih ini mencerminkan rasa apresiasi mereka terhadap dukungan setia dari penggemar, kerjasama dengan label, dan peran Ibu Acin dalam mendampingi perjalanan karier mereka.

Ariel, Lukman, dan David, anggota NOAH, juga merasa penting untuk menghargai kontribusi semua pihak yang terlibat dalam perjalanan bermusik NOAH. Mereka menyebutkan tim manajemen yang telah bekerja keras, additional players yang turut menyumbangkan energi dan kreativitas, tim produksi yang terlibat dalam setiap aspek kinerja, tim kreatif yang membantu menggarap konsep-konsep unik, tim dokumentasi yang merekam jejak perjalanan mereka, dan semua pihak lain yang turut serta dalam setiap langkah NOAH.

Pengumuman ini tidak hanya menciptakan gelombang kejutan di kalangan penggemar, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan ini. Meskipun NOAH menyampaikan pesan pamitan, para penggemar tetap berharap bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan musik mereka, melainkan awal dari babak baru yang penuh dengan proyek-proyek inspiratif dan kreatif. Dalam perpisahan ini, satu hal yang pasti, adalah bahwa warisan musikal NOAH akan terus memancarkan sinarnya dalam ingatan para penggemar setianya, menciptakan nostalgia dan kebanggaan akan perjalanan yang telah dilalui bersama.

NOAH, band legendaris yang merajai industri musik tanah air, memiliki kisah panjang dan gemilang yang melekat dalam ingatan penggemar setianya. Awalnya dikenal dengan nama Peterpan, band ini muncul di panggung musik pada tahun 2000 di Bandung, Jawa Barat. Saat itu, formasi Peterpan terdiri dari enam anggota, yakni Ariel, Andika, Indra, Uki, Reza, dan Lukman.

Perjalanan awal Peterpan dimulai dengan penampilan reguler di kafe-kafe Bandung, mengukir langkah pertama dalam dunia musik yang penuh tantangan. Namun, perubahan signifikan terjadi ketika mereka bertemu dengan Noey dari Java Jive. Kolaborasi ini menjadi poin krusial yang membawa karier mereka ke tingkat berikutnya.

Vokalis band Noah, Ariel, saat tampil membawakan lagu-lagu Peterpan pada gelaran IM3 Pestapora 2023 di Gambir Expo Kemayoran Jakarta Pusat, pada 22 September 2023. Foto oleh Antara/Ahmad Faishal

Dengan semangat dan dedikasi, Peterpan terus berkembang dan meraih kesuksesan. Album-album mereka menjadi hits, lagu-lagu ikonik seperti "Mungkin Nanti," "Bintang di Surga," dan "Menghapus Jejakmu" menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan musik Indonesia.

Tidak hanya dikenal karena kualitas musiknya, Peterpan juga menciptakan tren dengan visual dan konsep panggung yang inovatif. Penampilan panggung mereka selalu ditunggu-tunggu dan menjadi sorotan utama dalam setiap acara.

Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan yang mengubah arah perjalanan mereka. Dengan kepemimpinan Ariel, NOAH lahir dari evolusi Peterpan. Meskipun menghadapi perubahan nama, esensi musikal NOAH tetap terjaga, bahkan semakin matang.

Keputusan terbaru untuk pamit dari industri musik Indonesia menciptakan gejolak di kalangan penggemar. Pengumuman ini menciptakan momen melankolis, mengingat semua pencapaian dan kenangan indah yang telah dibagikan NOAH selama bertahun-tahun.

NOAH pamit, tapi warisan musikal mereka tetap hidup. Setiap melodi, lirik, dan harmoni menciptakan jejak tak terhapuskan dalam sejarah musik Indonesia. Meskipun babak baru telah dimulai, karya-karya NOAH akan terus menginspirasi dan merangkul generasi mendatang, memastikan bahwa cerita mereka bukanlah akhir, melainkan sebuah awal yang penuh makna.

Pada tahun 2002, perjalanan gemilang Peterpan dimulai ketika mereka menjadi bagian dari album kompilasi berjudul "Kisah 2002 Malam" yang diproduksi oleh Musica Studios. Dalam album tersebut, terdapat lagu yang kemudian menjadi kunci awal kesuksesan mereka, yaitu "Mimpi yang Sempurna."

Lagu ini, dengan sentuhan melodi yang khas dan lirik yang puitis, menjadi daya tarik utama. "Mimpi yang Sempurna" segera meraih popularitas dan mencuri perhatian para pendengar musik Indonesia. Kesuksesan ini bukan hanya memberikan sinyal bahwa Peterpan memiliki potensi besar, tetapi juga membawa mereka ke puncak industri musik tanah air.

Dengan suksesnya "Mimpi yang Sempurna," Peterpan menjadi sorotan publik. Mereka tidak hanya diakui sebagai band baru yang menjanjikan, tetapi juga mampu menetapkan standar baru dalam dunia musik Indonesia. Keberhasilan ini menandai awal dari serangkaian pencapaian gemilang yang akan mereka raih dalam perjalanan panjang mereka.

Tahun 2003 menjadi tonggak sejarah bagi Peterpan dengan perilisan album perdana mereka berjudul "Taman Langit". Album ini tidak hanya memperkenalkan musik mereka secara lebih luas, tetapi juga memberikan sentuhan segar dalam industri musik Indonesia. Dengan lagu-lagu seperti "Tak Ada yang Abadi" dan "Sahabat," Peterpan berhasil menarik perhatian pendengar dan membuktikan potensi mereka.

Namun, kesuksesan sesungguhnya datang pada tahun 2004 ketika Peterpan merilis album keduanya, "Bintang di Surga". Album ini mencapai puncak popularitas dengan angka penjualan mencengangkan, mencapai 3,2 juta copy secara fisik. Keberhasilan ini menjadikan Peterpan sebagai ikon musik Indonesia dan mengukuhkan posisi mereka di kancah nasional.

"Bintang di Surga" bukan hanya sebuah album, tetapi juga manifestasi dari kreativitas dan dedikasi Peterpan. Lagu-lagu seperti "Mungkin Nanti," "Kukatakan dengan Indah," dan "Khayalan Tingkat Tinggi" menjadi hits yang tak terlupakan. Album ini mendefinisikan kembali standar dalam bermusik di Indonesia, memberikan nuansa segar dan penuh semangat.

Prestasi luar biasa ini memberikan momentum yang kuat bagi kelanjutan perjalanan Peterpan. Kesuksesan mereka tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari dampak besar yang mereka miliki dalam membentuk arah musik Indonesia. Peterpan bukan hanya band biasa, tetapi sebuah fenomena musik yang akan dikenang dalam sejarah industri musik tanah air.

Perjalanan Peterpan, meskipun gemilang, tidak terhindar dari liku-liku konflik internal. Pada tahun 2006, Andika dan Indra memutuskan untuk meninggalkan band ini, menciptakan perubahan dalam formasi dengan masuknya David dan Lucky. Meskipun mengalami kehilangan personel, Peterpan tetap produktif dan melahirkan beberapa album yang mencerminkan keberlanjutan kreativitas mereka.

Namun, ketegangan muncul lagi ketika Andika mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan nama Peterpan oleh sisa personel band. Menariknya, ide nama Peterpan berasal dari Andika sendiri. Kontroversi ini menghasilkan pemisahan antara personel band dan penggunaan nama Peterpan. Album "Sebuah Nama, Sebuah Cerita" yang dirilis pada tahun 2008 menjadi wujud dari pembebasan nama band ini.

Ketidakpastian melingkupi Peterpan ketika sang vokalis, Ariel, terlibat dalam kasus video syur yang membawanya ke dalam vakum sementara. Di tengah situasi ini, keputusan resmi diambil untuk mengubah nama band menjadi NOAH pada 3 Agustus 2012. Transisi ini menandai babak baru bagi band yang telah menjadi pionir musik Indonesia, mengekspresikan ketahanan dan adaptabilitas mereka di dalam industri musik yang dinamis.

NOAH, meskipun mengalami perubahan formasi, tetap melanjutkan perjalanan bermusiknya dengan semangat baru. Dengan kelima personelnya, yaitu Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David, mereka terus menghasilkan karya-karya baru yang memukau. Namun, pada tahun 2015, Reza memutuskan untuk meninggalkan NOAH, diikuti oleh kepergian Uki pada tahun 2019.

Noah perkenalkan album bertajuk Keterkaitan Keterikatan di Jakarta, pada 14 Agustus 2019. Foto oleh Antara/Boyke Ledy Watra

Meskipun menghadapi perubahan personel, NOAH terus menunjukkan kekuatannya dalam berkarya. Mereka merilis album baru dan membuat video klip remake untuk beberapa lagu hits seperti "Yang Terdalam", "Menghapus Jejakmu", "Bintang di Surga", dan "Di Atas Normal". Keberanian mereka untuk merombak dan memberikan sentuhan baru pada karya-karya masa lalu menggambarkan semangat inovatif NOAH.

Pada September 2023, NOAH mengumumkan rencana untuk menjalani masa hiatus, memberi kesempatan bagi para personel untuk mengeksplorasi proyek-proyek individu mereka. Namun, pada awal 2024, NOAH mengeluarkan pengumuman mengejutkan tentang keputusan untuk pamit dari industri musik Indonesia. Penggemar yang setia berharap bahwa Ariel, Lukman, dan David akan kembali dengan NOAH suatu hari nanti, menyisakan kenangan dan harapan untuk babak baru di dunia musik.