Pro dan Kontra Sesi Sprint Race MotoGP

Quartararo tidak setuju dengan sesi sprint race, sementara Marquez dan Espargaro menyambut dan Espargaro menikmati kehadiran sesi baru ini di MotoGP.

Fabio Quartararo tidak setuju dengan sesi sprint race, sementara Marc Marquez dan Espargaro menyambut dan Aleix Espargaro menikmati kehadiran sesi baru ini di MotoGP.

(Dari Kiri) Mooney VR46 Racing Team pembalap Italia Marco Bezzecchi, Monster Energy Yamaha MotoGP pembalap Prancis Fabio Quartararo, Ducati Lenovo Team pembalap Italia Enea Bastianini, CryptoDATA RNF Tim MotoGP pembalap Portugal Miguel Oliveira dan pembalap Aprilia Racing Spanyol Maverick Vinales terjatuh di awal balapan balapan sprint di trek balap Red Bull Ring di Spielberg bei Knittelfeld, Austria pada 18 Agustus 2023, jelang Grand Prix MotoGP Austria. Foto oleh Jure Makovec/AFP—Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Pandangan mengenai sprint race di MotoGP 2023 memunculkan perbedaan pendapat di antara beberapa pembalap terkemuka. Dua pembalap, yakni Marc Marquez yang membela Gresini Ducati dan Aleix Espargaro dari tim Aprilia Racing, menyuarakan pandangan positif mereka terhadap sesi sprint race ini. Di sisi lain, juara dunia Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memiliki pandangan yang berbeda dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap format baru tersebut.

Sesi sprint race menjadi perubahan signifikan pada musim 2023, memperkenalkan aspek baru yang memengaruhi perolehan poin di klasemen. Setiap pekan, pembalap harus menjalani sesi ini, yang membawa nuansa kompetitif baru ke dalam kompetisi MotoGP.

Quartararo, sebagai salah satu pembalap papan atas, menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap sprint race. Namun, pandangan berbeda datang dari Marquez dan Espargaro, yang justru menyambut baik dan menikmati kehadiran sesi baru ini.

Pandangan kontrast ini menunjukkan variasi pendapat di antara pembalap-pembalap MotoGP mengenai perubahan format balapan, dan hal ini menjadi salah satu elemen menarik yang menjadi sorotan dalam musim balap tersebut.

Pembalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez membalap pada balapan Tissot Sprint saat Grand Prix MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 11 November 2023. Foto oleh Mohd Rasfan/AFP—Getty Images

Sesi sprint race di MotoGP 2023 membawa nuansa berbeda, di mana para pembalap memiliki kesempatan untuk mencuri poin, meskipun tidak sebanyak pada balapan utama. Pandangan mengenai sesi sprint race ini menjadi perdebatan di kalangan pembalap, dengan sejumlah pro dan kontra yang muncul.

Dalam menilai sesi tersebut, Marc Marquez dan Aleix Espargaro menunjukkan kesetujuan mereka terhadap konsep sprint race. Keduanya menyatakan bahwa mereka menikmati balapan selama 12 putaran tersebut. Pandangan positif ini mungkin mencerminkan bagaimana sesi sprint race memberikan variasi dan tantangan tambahan bagi pembalap, yang kemudian menciptakan dinamika baru dalam kompetisi MotoGP.

Pandangan kontrast dari pembalap seperti Fabio Quartararo mencerminkan kompleksitas dalam menerima perubahan pada format balapan. Debat ini menjadi salah satu elemen menarik dalam musim balap tersebut, di mana para pembalap menghadapi tantangan baru dan mencoba beradaptasi dengan dinamika yang berubah di lintasan.

Pendapat Marc Marquez mengenai sesi sprint race dalam MotoGP 2023 mencerminkan pandangannya yang positif terhadap gaya mengemudi yang berbeda. Menurut Marquez, sprint race mengharuskan pembalap untuk mengadopsi gaya menyerang seperti pada babak kualifikasi, meskipun balapan tersebut memiliki jarak yang lebih pendek.

"Sprint race ini adalah gaya mengemudi yang sangat berbeda dari balap jarak jauh. Kami harus menyerang seolah-olah ini adalah babak kualifikasi," ujar Marquez, sebagaimana dilansir dari Paddock GP. Pendekatan intens dan menyerang ini memberikan sentuhan menyenangkan bagi pembalap.

Aleix Espargaro dari Aprilia Racing beraksi saat sesi sprint race Grand Prix Petronas Malaysia pada 11 November 2023, digelar di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang, Malaysia. Foto oleh Hazrin Yeob Men Shah/Getty Images

Aleix Espargaro, pembalap Aprilia Racing, juga memberikan pandangan positif terhadap sesi sprint race. Espargaro menyatakan bahwa balapan ini murni dan sangat menyenangkan baginya. Dia bahkan menyampaikan harapannya untuk mendapatkan lebih banyak poin di sesi sprint race pada musim berikutnya. Pernyataan ini menunjukkan bagaimana beberapa pembalap mengapresiasi adanya variasi dalam format balapan yang membawa kesenangan dan tantangan baru.

Pandangan kontroversial Fabio Quartararo terhadap sesi Sprint Race dalam MotoGP 2023 mencerminkan perbedaan pendapat di kalangan pembalap. Menurut Quartararo, menyelenggarakan sesi sprint setiap pekan merupakan keputusan yang kurang bijak, menyebabkan kelelahan dan risiko cedera yang lebih tinggi bagi para pembalap.

Jack Miller dari Australia dan Fabio Quartararo dari Prancis beraksi selama sesi Sprint Race MotoGP di Autodromo Internacional do Algarve pada 25 Maret 2023 di Portimao, Algarve, Portugal. Foto oleh Zed Jameson/Getty Images

“Tapi tentu saja ini adalah musim yang sulit dengan sprint dan saya rasa tidak perlu melakukan sprint setiap akhir pekan,” ungkap Quartararo, seperti dikutip dari Speedweek. Pendapatnya menyoroti bahwa seringnya sesi sprint race menjadi penyebab utama kelelahan dan cedera di kalangan pembalap.

Quartararo juga menyoroti tingkat kesulitan fisik yang semakin meningkat, menyatakan bahwa terkadang pembalap merasa lebih lelah saat sesi sprint dibandingkan saat balapan Grand Prix. Pandangannya mencerminkan kekhawatiran atas peningkatan tuntutan fisik yang mungkin dapat memengaruhi kesehatan dan performa para pembalap.

Meskipun terdapat pro dan kontra terkait sesi sprint race, belum ada tanda-tanda bahwa MotoGP akan menghilangkannya. Dengan demikian, kemungkinan besar sesi Sprint Race akan tetap menjadi bagian rutin dari setiap seri balapan MotoGP di musim 2024.