Santunan untuk Korban Tabrakan Kereta Api di Cicalengka

Jasa Raharja menanggung biaya maksimal Rp20 juta bagi korban luka-luka, dan memberikan santunan sebesar Rp50 juta untuk korban yang meninggal dunia.

Jasa Raharja menanggung biaya maksimal Rp20 juta bagi korban luka-luka, dan memberikan santunan sebesar Rp50 juta untuk korban yang meninggal dunia.

Tim penyelamat melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan setelah KA lokal Bandung Raya bertabrakan dengan KA Turangga di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia pada 05 Januari 2024. Foto oleh Eko Siswono Toyudho/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

PT Jasa Raharja (Persero) memberikan jaminan penuh terhadap seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan tabrakan kereta antara KA Turangga dan Bandung Raya. Dalam situasi ini, baik korban yang mengalami luka-luka maupun korban yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa semua penumpang yang berada dalam kereta yang mengalami kecelakaan akan ditanggung oleh Jasa Raharja. Kerja sama antara Jasa Raharja dan KAI yang sudah terjalin lama menjadi jaminan bahwa seluruh penumpang kereta api mendapatkan perlindungan.

"Kami pastikan bahwa semua penumpang terjamin karena memang antara Jasa Raharja dan KAI sudah menjalin kerja sama sangat lama dan semua penumpang kereta api dipastikan terjamin oleh Jasa Raharja," ungkapnya kepada wartawan di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, pada Jumat (5/1/2024).

Rivan juga menyampaikan bahwa korban jiwa, yang merupakan pegawai KAI, juga akan menerima santunan dari Jasa Raharja. Sementara itu, biaya pengobatan dan perawatan bagi korban luka-luka juga akan ditanggung oleh perusahaan.

"Jadi korbannya ini baik dia meninggal dunia maupun luka-luka, kalau meninggal dunia hari ini kita nanti pun yang menyerahkan kepada ahli waris korban dan untuk yang luka-luka kita pastikan dirawat dan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja," jelasnya.

Dengan merujuk pada data terbaru, tabrakan antara KA Turangga dan KA Lokal Commuter Line Bandung Raya menyebabkan terdapat 37 korban luka-luka dan 4 orang meninggal dunia. Jasa Raharja berkomitmen untuk memberikan dukungan dan santunan kepada seluruh korban serta keluarga mereka dalam menghadapi dampak tragis dari kecelakaan tersebut.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Rivan menjelaskan bahwa besaran santunan dan tanggungan yang diberikan kepada korban kecelakaan kereta mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.

Secara rinci, Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan maksimal sebesar Rp20 juta untuk korban yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan. Sedangkan untuk korban yang meninggal dunia, pihak perusahaan memberikan santunan sejumlah Rp50 juta.

"Sama dengan yang lain, maksimal Rp20 juta untuk korban luka-luka dan (korban) meninggal Rp50 juta," ungkap Rivan.

Terkait dengan tanggungan biaya perawatan bagi korban luka-luka, Jasa Raharja akan langsung menyalurkan dana tersebut kepada rumah sakit yang merawat korban. Sedangkan untuk santunan korban yang meninggal dunia, jumlah tersebut akan diberikan secara langsung kepada ahli waris yang bersangkutan.

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Jasa Raharja dalam memberikan bantuan finansial dan dukungan kepada para korban dan keluarga mereka selama masa sulit ini. Seluruh proses penanganan santunan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan harapan dapat meringankan beban ekonomi dan memastikan kesejahteraan korban dan keluarga.

Dalam penanganan imbas kecelakaan tabrakan antara Kereta Api Turangga dan Kereta Api Lokal Commuter Line Bandung Raya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa terdapat 37 penumpang yang mengalami luka-luka. VP Public Relation KAI, Joni Martinus, menjelaskan bahwa pihak KAI segera melaksanakan evakuasi korban ke rumah sakit terdekat setelah kejadian tragis tersebut.

"Sebanyak 37 penumpang dari total 287 penumpang KA Turangga dan 191 penumpang KA Commuterline mengalami luka ringan, dan mereka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan," ungkap Joni dalam keterangan resminya pada Jumat, 5 Januari 2024.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka menjadi tujuan utama evakuasi, menampung 32 orang korban luka-luka. Selain itu, sejumlah penumpang dibawa ke RS Edelweis, RS AMC, dan RS Santosa untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

"Para penumpang yang selamat dan telah dievakuasi, kemudian dibawa ke stasiun terdekat untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi yang disediakan oleh KAI," tambah Joni.

Langkah cepat evakuasi dan penanganan medis yang dilakukan oleh KAI merupakan bagian dari upaya besar dalam memastikan kesejahteraan dan keselamatan penumpang di tengah situasi darurat tersebut.

Joni menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan penumpang dari KA Turangga dan KA Lokal Commuter Line Bandung Raya yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Meskipun demikian, terdapat catatan tragis terkait dengan kejadian tersebut, yaitu meninggalnya empat petugas KAI.

"Dalam peristiwa tragis ini, kami tidak menerima laporan mengenai penumpang dari KA Turangga dan KA Commuterline Bandung Raya yang meninggal dunia. Namun, kami merasa sangat berduka atas kehilangan empat petugas KA, terdiri dari Masinis, Asisten Masinis, Pramugara, dan Security, yang menjadi korban dalam kecelakaan ini," ungkap Joni.

Belasungkawa disampaikan kepada keluarga dan rekan-rekan seprofesi yang kehilangan orang-orang terkasih mereka dalam peristiwa tragis ini. Joni menekankan penghargaan dan apresiasi terhadap kontribusi yang diberikan oleh keempat petugas KA tersebut dalam menjalankan tugas mereka untuk perusahaan.