Target Realistis Johann Zarco

Johann Zarco menetapkan target realistis untuk MotoGP 2024 bersama LCR Honda, dengan fokus bertarung di 10 besar sejalan dengan kondisi motor RC213V.

Johann Zarco menetapkan target realistis untuk MotoGP 2024 bersama LCR Honda, dengan fokus bertarung di 10 besar sejalan dengan kondisi motor RC213V.

Johann Zarco saat konferensi pers jelang MotoGP Gran Premio Michelin de la Rep├║blica Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo pada 30 Maret 2023 di Rio Hondo, Argentina. Foto oleh Steve Wobser/Getty Images

Oleh Anna Fadiah

Johann Zarco memberikan pandangan terkait targetnya di MotoGP 2024 bersama LCR Honda. Pembalap asal Prancis itu mengungkapkan bahwa bersaing di 10 besar menjadi sasaran yang realistis baginya. Sebagai alasan, Zarco menyatakan bahwa menetapkan target lima besar terlalu tinggi, terutama setelah dia meninggalkan tim Ducati.

Sebelumnya, Zarco telah menunjukkan performa yang mengesankan bersama tim Pramac Ducati, namun keputusannya untuk beralih ke LCR Honda membawa perubahan dalam targetnya. Meskipun menurunkan ekspektasi, Zarco tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dan menjadi pesaing di papan atas, walaupun dalam kisaran 10 besar.

Musim MotoGP 2023 menjadi tonggak sejarah bagi Johann Zarco yang berhasil mencatatkan penampilan terbaiknya di kelas utama. Finis di peringkat lima klasemen akhir, Zarco mampu mengumpulkan total 225 poin. Prestasinya terlihat dari enam kali naik podium dan satu kemenangan dalam balapan utama. Keberhasilan ini membawa Zarco mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pembalap papan atas yang patut diperhitungkan di kancah MotoGP.

Momen terindah dalam karier Johann Zarco terjadi di GP Australia 2023, di mana ia berhasil meraih kemenangan perdananya di kelas utama MotoGP. Sejak promosinya ke kelas utama pada tahun 2017, Zarco telah menempuh 120 balapan tanpa pernah mencicipi podium pertama. Kemenangan di Australia menjadi puncak prestasinya yang mengesankan, terutama setelah melewati perjalanan yang panjang dan penuh tantangan.

Namun, meskipun meraih kesuksesan tersebut, kontrak Zarco dengan Pramac Ducati tidak diperpanjang. Faktor usia yang sudah tidak muda lagi mungkin menjadi pertimbangan, dan akhirnya, pembalap berusia 33 tahun itu memutuskan untuk bergabung dengan tim LCR Honda, membentuk duet dengan Takaaki Nakagami. Keputusan ini membuka babak baru dalam karier Zarco, di mana dia akan menghadapi tantangan baru bersama tim yang berbeda.

Perpindahan Johann Zarco dari Pramac Ducati ke LCR Honda membawa konsekuensi besar dalam hal dinamika balapan MotoGP yang akan dihadapinya. Dari mengendarai Desmosedici GP23, motor juara dunia MotoGP 2023, Zarco kini akan bertransisi ke RC213V, motor Honda yang diakui kurang kompetitif di musim sebelumnya.

Johann Zarco dari Prancis dan Castrol Honda LCR melewati tikungan saat Tes MotoGP di Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images

Pilihan untuk bergabung dengan tim Honda membuka tantangan baru bagi Zarco, mengingat performa motor Honda yang belum optimal pada MotoGP 2023. Oleh karena itu, dalam menyusun target untuk musim 2024, Zarco menganggap bahwa bersaing di 10 besar merupakan sasaran yang realistis dan sesuai dengan kondisi motor yang akan ia kendarai. Meskipun memiliki ambisi tinggi, target lima besar dianggapnya terlalu ambisius mengingat kondisi teknis RC213V pada periode tersebut.

"Dengan konsistensi yang nyata kepada Honda, saya rasa masuk 10 besar adalah target yang masuk akal," ujar Zarco, menegaskan fokusnya untuk memberikan hasil yang konsisten dengan motor baru tersebut.

Zarco mengambil alih posisi yang ditinggalkan Alex Rins di tim milik Lucio Cecchinello. Perombakan di lintasan MotoGP juga melibatkan beberapa perpindahan penting, seperti Rins yang bergabung dengan Monster Energy Yamaha dan Franco Morbidelli yang melanjutkan karirnya di Pramac Ducati. Semua perubahan ini menandai awal musim yang penuh tantangan dan dinamika baru di arena balap motor kelas dunia.